Atasi Kemacetan Gilimanuk, Kembang: Pelabuhan Baru Jadi Alternatif Solusi

  • 03 Okt 2026 08:00 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengangkat persoalan kemacetan berulang di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sebagai isu prioritas yang memerlukan penanganan.
  • Pemerintah Kabupaten Jembrana meminta pemerintah pusat menyiapkan solusi jangka panjang mengingat meningkatnya mobilitas kendaraan di jalur penghubung Jawa-Bali.

RRI.CO.ID, Negara – Persoalan kemacetan yang berulang di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjadi perhatian Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap pemerintah pusat menyiapkan solusi jangka panjang seiring meningkatnya mobilitas kendaraan di jalur penghubung Jawa-Bali.

Hal tersebut disampaikan Kembang saat menghadiri kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat, 2 Oktober 2026.

Kunjungan Banggar DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Banggar Syarief Abdullah Alkadrie tersebut membahas masukan dan rekomendasi terkait kebijakan penerimaan serta pengalokasian Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBN.

Dalam pertemuan itu, Syarief Abdullah menyampaikan bahwa dukungan anggaran pemerintah pusat untuk Bali tetap cukup besar, meskipun terdapat perubahan skema pembiayaan untuk mendukung berbagai program nasional.

Menanggapi hal tersebut, Kembang mengatakan dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur, sangat dibutuhkan Jembrana. Salah satu persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian adalah kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

“Memang sampai saat ini masyarakat resah, terutama pengguna truk yang beberapa kali sudah berdemo. Masyarakat menginginkan ada solusi yang konkret terhadap penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” ujarnya.

Menurut Kembang, peningkatan kapasitas dermaga yang saat ini dilakukan dapat menjadi bagian dari penanganan kepadatan dalam jangka pendek. Namun, kondisi tersebut dinilai perlu diikuti kebijakan yang lebih permanen untuk mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan.

Ia berharap pemerintah pusat mempertimbangkan pembangunan pelabuhan baru sebagai salah satu alternatif penanganan jangka panjang. Terlebih, peningkatan konektivitas jalan tol diperkirakan akan turut memengaruhi volume kendaraan yang menuju Bali.

“Kalau hanya peningkatan kapasitas dermaga, itu mungkin solusi jangka pendek. Tapi harapannya ada penambahan pelabuhan yang dibangun baru karena meningkatnya pengguna kendaraan dengan tol sudah mulai mendekat,” kata Kembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....