Kampanye Lingkungan Tak Cukup Sekali, Konsistensi Jadi Kunci
- 02 Okt 2026 09:12 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kampanye mengenai lingkungan dinilai tidak cukup hanya ramai pada saat pertama kali diluncurkan. Pesan yang disampaikan secara konsisten dan disertai contoh nyata diperlukan agar informasi dapat berkembang menjadi kesadaran hingga kebiasaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Syaiful Huda, Koordinator Bidang Edukasi dan Kampanye Green Youth Bali, dalam obrolan SPADA RRI Pro 2 Singaraja, Jumat, 2 Oktober 2026.
Syaiful menjelaskan, informasi yang diterima seseorang belum dapat disebut sebagai kesadaran apabila hanya berhenti pada tahap mengetahui. Masyarakat perlu mengimplementasikan informasi tersebut melalui tindakan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler dapat menjadi contoh tindakan yang berangkat dari informasi mengenai pengurangan sampah plastik. “Tidak cukup mengetahui informasi, memahaminya. Itu harus ada gerakan dari kita. Mulailah dari hal yang kecil dulu seperti membawa tumbler di setiap kegiatannya,” ujar Syaiful.
Menurutnya, informasi yang mendorong perubahan adalah informasi yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan audiens. Pesan mengenai lingkungan perlu disampaikan melalui persoalan yang mereka temui sehari-hari sekaligus menawarkan solusi yang dapat dilakukan. Ketika informasi terasa dekat, masyarakat akan lebih mudah memahami alasan mengapa sebuah tindakan perlu dilakukan. Setelah itu, tindakan perlu dijalankan secara konsisten agar berkembang menjadi kebiasaan.
Konsistensi juga berlaku dalam pelaksanaan kampanye. Syaiful menilai kampanye lingkungan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika terdapat momentum tertentu. Pesan perlu hadir secara berkelanjutan di berbagai ruang komunikasi, termasuk media sosial. Pihak yang menyampaikan kampanye juga perlu memberikan contoh melalui perilaku yang sesuai dengan pesan yang disampaikan. “Kalau kita tidak membawa tumbler di setiap kegiatan atau kita membawa botol plastik sekali pakai, bagaimana mereka bisa percaya dengan kampanye kita kalau kita tidak melakukan hal yang sama,” ucap Syaiful.
Selain konsistensi, keterlibatan masyarakat juga penting agar kampanye tidak hanya menempatkan audiens sebagai penonton. Media sosial dapat digunakan untuk mengajak generasi muda ikut menyampaikan informasi maupun melakukan aksi. Sebelum membagikan informasi, masyarakat juga diminta memeriksa kembali kebenarannya untuk menghindari penyebaran hoaks. Syaiful turut mengingatkan masyarakat Buleleng mengenai jadwal pembuangan sampah yang berlaku sejak April 2026, yakni sampah organik pada tanggal ganjil dan sampah anorganik serta residu pada tanggal genap, dengan waktu pembuangan pada pukul 05.00 hingga 07.00 WITA dan 17.00 hingga 20.00 WITA. Ia mengajak masyarakat memilah dan membuang sampah sesuai jadwal sebagai bentuk penerapan informasi menjadi tindakan nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....