Dari Informasi Jadi Aksi, Anak Muda Diajak Peduli Lingkungan

  • 02 Okt 2026 08:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Derasnya arus informasi melalui media sosial membuat masyarakat semakin mudah memperoleh pengetahuan mengenai berbagai persoalan, termasuk isu lingkungan. Namun, banyaknya informasi yang diterima belum otomatis membentuk kesadaran maupun mendorong perubahan perilaku. Informasi perlu dipahami, diterapkan dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal tersebut disampaikan Syaiful Huda, Koordinator Bidang Edukasi dan Kampanye Green Youth Bali, dalam obrolan SPADA Pro 2 RRI Singaraja, Jumat, 2 Oktober 2026.

Syaiful menjelaskan, informasi mengenai lingkungan dapat menjadi dasar untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Media sosial menjadi salah satu ruang yang banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi, khususnya generasi muda. Namun, informasi yang diterima perlu dipastikan kebenarannya agar tidak berhenti sebagai pengetahuan yang belum tentu memberikan dampak. “Mengetahui informasi yang kita ketahui yang hanya stop di situ itu akan menjadi sebuah pengetahuan. Dan pengetahuan yang kita lakukan, yang kita implementasi, pastikan itu akan menjadi sebuah gerakan,” ujar Syaiful.

Menurutnya, salah satu cara mendorong seseorang bergerak dari sekadar mengetahui menjadi melakukan adalah menyampaikan informasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pesan mengenai lingkungan akan lebih mudah diterapkan apabila masyarakat dapat melihat hubungan langsung antara informasi tersebut dengan kebiasaan yang mereka lakukan. Salah satu contoh sederhana adalah penggunaan tumbler untuk mengurangi timbulan sampah plastik dari botol sekali pakai. Pendekatan tersebut dinilai lebih mudah diterima karena menawarkan solusi yang dapat langsung dilakukan.

Syaiful juga menekankan pentingnya konsistensi setelah seseorang mulai menerapkan sebuah tindakan. Kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dapat memberikan dampak terhadap perubahan perilaku. Kampanye lingkungan pun tidak cukup dilakukan hanya sekali atau ketika terdapat kegiatan tertentu. Pesan perlu disampaikan secara konsisten dan disertai contoh dari pihak yang melakukan kampanye. “Kalau kita menyampaikan informasi tersebut terus-terusan, secara konsisten, menjadi sebuah kebiasaan, biasanya seseorang akan mendengarkan dan ikut serta dalam kampanye kita,” ucap Syaiful.

Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mengambil peran dalam menyebarkan pengetahuan yang bermanfaat. Setiap orang memiliki pengetahuan yang dapat dibagikan melalui media sosial sesuai bidang yang dikuasai. Sebelum menyebarkan informasi, masyarakat juga diminta melakukan pengecekan kembali untuk memastikan informasi tersebut fakta dan bukan hoaks. Dalam isu lingkungan, perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti membawa tumbler, memilah sampah dan menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....