Generasi Muda Diminta Tak Mudah Percaya Hoaks

  • 01 Okt 2026 14:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kemajuan teknologi dan media sosial membawa tantangan baru bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Pancasila. Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah mudahnya informasi palsu atau hoaks menyebar di media sosial.

Guru Pendidikan Pancasila, Ni Komang Ratnawati dalam dialog Kita Indonesia Pro 1 RRI Singaraja, Kamis, 1 Oktober 2026 mengatakan generasi muda perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi yang diterima melalui media sosial. Informasi yang belum diketahui kebenarannya tidak seharusnya langsung dipercaya maupun dibagikan.

“Generasi muda itu harus bijak dalam menyikapi info atau berita-berita di media sosial, saring dulu sebelum sharing,” kata Ratnawati.

Ia lanjut menjelaskan, sekolah memiliki peran dalam membekali siswa dengan literasi agar mampu menyikapi berbagai konten digital secara lebih bijak. Siswa diarahkan untuk memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu sebelum mengambil sikap.

Ratnawati juga mengingatkan agar pelajar tidak mudah terpancing emosi ketika menemukan informasi yang menyentuh atau memicu kemarahan. Menurutnya, reaksi yang tidak terkendali dapat memperbesar persoalan dan bahkan memicu konflik antarkelompok.

Di sisi lain, media sosial tidak hanya membawa dampak negatif. Jika digunakan secara bijak, platform digital dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menghasilkan karya dan konten kreatif yang bermanfaat. Karena itu, generasi muda didorong tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga memanfaatkan teknologi untuk berkarya secara kreatif dan bertanggung jawab.

Ratnawati menegaskan, kecakapan menggunakan media digital perlu berjalan beriringan dengan nilai Pancasila, terutama sikap menghargai orang lain, menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....