Soroti Ketimpangan Buleleng, Ni Luh Djelantik: Jangan Dicari saat Pemilu Saja
- 01 Okt 2026 05:45 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, menyoroti adanya ketimpangan sosial dan pembangunan fasilitas publik yang belum merata di Kabupaten Buleleng.
- Ni Luh Djelantik menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap Buleleng tidak boleh hanya muncul pada momentum Pemilu, melainkan harus berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Singaraja - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, menyoroti ketimpangan sosial dan pembangunan fasilitas publik yang masih dirasakan masyarakat di Kabupaten Buleleng, Bali. Ia menilai perhatian terhadap Buleleng tidak boleh hanya muncul saat momentum Pemilu.
Hal tersebut disampaikan Ni Luh Djelantik saat melakukan penyerapan aspirasi dan penyaluran bantuan di Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng, Rabu, 30 September 2026 malam.
Ia mengatakan Buleleng merupakan bagian dari Bali yang juga membutuhkan perhatian dalam pembangunan. Menurutnya, masyarakat Buleleng seharusnya mendapat perhatian yang berkelanjutan, bukan hanya ketika membutuhkan dukungan suara dalam Pemilu.
“Bali itu bukan hanya Selatan, Tengah, Timur, atau Barat saja, Buleleng ini juga bagian dari Bali. Kenapa Buleleng yang dianggap oleh pejabat-pejabat sebagai tempat kantong suara yang paling seksi karena suaranya terbanyak, tetapi cuma dicari pada saat Pemilu saja?” ucap Ni Luh Djelantik.
Ia mengatakan, persoalan yang ditemuinya ketika turun langsung ke masyarakat Buleleng antara lain kesenjangan sosial, kesejahteraan, serta fasilitas publik yang belum merata.
Menurutnya, sebagai pejabat negara di tingkat pusat, dirinya bersama tim berupaya hadir langsung ke desa dan kelurahan untuk mendengar berbagai persoalan masyarakat. Aspirasi tersebut kemudian dicatat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Setiap desa dan kelurahan memiliki permasalahannya sendiri. Tugas kami adalah hadir mendengarkan, baik untuk satu suara maupun sepuluh ribu suara. Itulah keadilan yang sebenarnya,” ujar Ni Luh Djelantik.
Ia menyebut selama sekitar 10 bulan masa reses, dirinya telah mendatangi hampir 300 desa di seluruh kecamatan di Bali. Ia menargetkan dapat menjangkau 716 desa dan kelurahan hingga akhir tahun keempat masa jabatannya.
Ni Luh Djelantik juga mendorong kepala daerah dan organisasi perangkat daerah terkait untuk bersama-sama menangani persoalan pembangunan di Buleleng. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas umum perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....