Jalan Diponegoro Ditata, Buleleng Siapkan Sentra Kuliner Malam

  • 30 Sep 2026 09:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menata kembali kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja, untuk menghidupkan aktivitas kawasan sekaligus memperbaiki wajah kota. Penataan dilakukan menyasar pedestrian, area parkir, saluran, serta aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Pemerintah juga menyiapkan konsep sentra kuliner malam untuk menghidupkan kembali kawasan yang belakangan cenderung sepi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Buleleng, Ir. I Putu Adiptha Ekaputra, ST., MM., IPU., ASEAN Eng., mengatakan Jalan Diponegoro merupakan salah satu kawasan yang mendapat perhatian pemerintah untuk ditata kembali. Kawasan tersebut sebelumnya menjadi salah satu kawasan primadona di Kota Singaraja, namun kondisi dan aktivitasnya kini mengalami perubahan. Terutama pada malam hari, kawasan tersebut dinilai lebih sepi dan membutuhkan penataan agar kembali menarik bagi masyarakat.

Menurut Adiptha, persoalan di kawasan Jalan Diponegoro tidak hanya berkaitan dengan minimnya aktivitas pada malam hari, tetapi juga kondisi lingkungan yang perlu dibenahi. Sejumlah titik masih terlihat gelap, terdapat sampah, serta saluran yang tersumbat sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. “Sekarang kondisinya berubah, malam hari gelap, suasananya agak sepi, banyak sampah, salurannya mampet dan agak bau. Karena itu tahun ini dieksekusi untuk ditata kembali agar mampu meningkatkan wajah kota dan kualitas estetika kota,” ujarnya pada Rabu, 30 September 2026.

Penataan tersebut juga menyasar pedestrian yang berada di depan pertokoan. Pemerintah akan mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki sehingga tidak lagi digunakan sebagai tempat berjualan. Para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan trotoar nantinya diarahkan untuk masuk ke pasar agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi pedestrian. “Kita akan menata kembali pedestrian di depan toko-toko itu menjadi lebih rapi dan tertata. Tidak boleh ada pedagang di kawasan trotoar, nanti pedagang masuk ke pasar,” katanya.

Selain pedestrian, pemerintah juga menyiapkan konsep baru untuk menghidupkan area parkir yang selama ini relatif sepi pada malam hari. Area tersebut direncanakan menjadi ruang aktivitas kuliner malam dengan konsep yang fleksibel dan tidak permanen. Aktivitas ini diharapkan dapat menarik masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha kuliner untuk beraktivitas.

Adiptha menyebut sentra kuliner tersebut akan mengusung konsep usaha bergerak atau mobile. Pelaku usaha dapat memanfaatkan kawasan tersebut mulai sekitar pukul 18.00 WITA hingga dini hari dengan berbagai pilihan kuliner, termasuk food truck dan tempat nongkrong. “Nanti ke depan akan dibuat aktivitas semacam sentra kuliner di sana. Konsepnya mobile, dari jam enam malam sampai bisa subuh, seperti food truck untuk kuliner, ngopi dan sebagainya,” ucapnya.

Pengembangan aktivitas malam di Jalan Diponegoro juga diarahkan untuk membagi pusat keramaian di Kota Singaraja. Pemerintah ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan destinasi untuk menikmati kuliner dan menghabiskan waktu pada malam hari. Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu, tetapi dapat menyebar ke kawasan Jalan Diponegoro.

Adiptha mengatakan penataan kawasan tersebut saat ini sudah mulai dikerjakan di lapangan. Pemerintah berharap penataan tidak hanya membuat kawasan lebih rapi dan estetis, tetapi juga mampu menciptakan ruang publik yang lebih nyaman sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Penataan ini diharapkan secara bertahap dapat mengembalikan daya tarik Jalan Diponegoro sebagai salah satu kawasan aktivitas masyarakat di Kota Singaraja.

Di sisi lain, Adiptha meminta masyarakat memahami adanya gangguan selama proses pekerjaan berlangsung. Aktivitas perbaikan dan penataan di sejumlah titik berpotensi mengurangi kenyamanan pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. “Kami mohon maaf karena ada aktivitas perbaikan yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Mungkin ada beberapa saat terganggu dan terjadi sedikit kemacetan, tetapi ini dalam rangka perbaikan. Astungkara ke depannya bisa menjadi lebih bagus,” ujar Adiptha.

Ia berharap masyarakat dapat bersabar dan mendukung proses penataan yang sedang dilakukan pemerintah. Gangguan yang muncul selama pekerjaan berlangsung dinilai bersifat sementara, sedangkan hasil penataan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Pemerintah pun berkomitmen melanjutkan perbaikan agar kawasan kota semakin tertata, nyaman, dan memiliki lebih banyak ruang aktivitas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....