Mahasiswa Waseda Jepang Dalami Budaya Pedawa Lewat Kolaborasi Literasi

  • 20 Sep 2026 19:38 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Sebanyak 14 mahasiswa bersama seorang dosen pembimbing dari Universitas Waseda, Jepang, mengikuti kolaborasi internasional di Pondok Literasi Sabih (PLS), Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 September 2026 itu menjadi ruang pertukaran budaya antara generasi muda Jepang dan masyarakat adat Pedawa.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sabih Pedawa itu tidak hanya menghadirkan pertukaran pengetahuan, tetapi juga melibatkan anak-anak desa sebagai pelaku utama. Berbagai agenda disusun untuk memperkenalkan budaya Pedawa sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa Jepang berbagi kebudayaan negaranya.

Ketua Sekolah Adat Manik Empul Pedawa, I Wayan Sadyana, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan membangun pemahaman lintas budaya sejak usia dini. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari luar negeri menjadi bekal penting bagi anak-anak Pedawa menghadapi pergaulan global.

“Muara dari seluruh kolaborasi ini adalah membentuk kemampuan pemahaman lintas budaya pada anak-anak Pondok Literasi Sabih dan masyarakat Desa Pedawa sebagai bekal dalam pergaulan internasional,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan presentasi budaya yang dibawakan anak-anak Pondok Literasi Sabih. Menariknya, materi mengenai keberadaan PLS dan upaya pelestarian budaya Pedawa dipresentasikan oleh seorang siswa kelas V SD, yang menjelaskan bagaimana literasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian tradisi lokal.

Kegiatan belajar merangkai canang dan bunga kojong sebagai bentuk persembahan sederhana yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali. (Foto: Dok. Sekolah Adat manik Empul)

Mahasiswa Waseda kemudian diajak mengenal sumber-sumber air yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan adat Pedawa. Mereka juga mengikuti lokakarya kuliner tradisional dengan membuat senggait, serta belajar merangkai canang dan bunga kojong sebagai bentuk persembahan sederhana yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

Pertukaran budaya berlangsung dua arah. Mahasiswa Jepang memperkenalkan permainan tradisional Fukuwarai dan seni melipat kertas origami kepada anak-anak PLS, menciptakan suasana belajar yang melibatkan kedua budaya dalam aktivitas yang sederhana namun edukatif.

Di luar kegiatan akademik, rombongan juga menjelajahi alam dan warisan budaya Desa Pedawa. Mereka mempelajari budidaya buah dan pertanian lokal, mengunjungi rumah adat Mesegali dan Seridandan yang baru direvitalisasi, hingga menyaksikan kesenian gembeng, tradisi musik yang kini keberadaannya semakin langka.

Kolaborasi internasional ini terselenggara melalui kerja sama Pondok Literasi Sabih, Jaringan Ekowisata Desa, Kayoman Pedawa, dan program internasional Universitas Waseda. Bagi PLS, kerja sama serupa bukanlah yang pertama, karena sebelumnya komunitas ini telah bermitra dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Iwate, Ohkagakuen, Toyo, Murdoch Australia, serta menerima relawan dari Jepang, Taiwan, Polandia, dan Australia sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan budaya masyarakat Pedawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....