Revolusi Kolong Meja, Pecaling Buleleng Dorong Perubahan Kebiasaan sejak Dini

  • 20 Sep 2026 17:44 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Gerakan Pecaling Buleleng mengajak masyarakat membangun kesadaran lingkungan melalui perubahan kebiasaan sederhana dan berkelanjutan.
  • Revolusi Kolong Meja adalah kampanye untuk mengubah kebiasaan menyimpan sisa kertas, plastik, dan makanan di bawah meja yang dianggap hal biasa.
  • Founder Made Budiyasa menekankan bahwa perubahan perilaku harus dimulai dengan mengubah pola pikir dan meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan.

RRI.CO.ID, Singaraja - Gerakan Pecaling Buleleng mengajak masyarakat membangun kesadaran menjaga lingkungan melalui perubahan kebiasaan sederhana. Salah satu yang digaungkan yakni Revolusi Kolong Meja, sebagai gambaran kebiasaan menyimpan sisa kertas, plastik maupun sisa makanan di bawah meja yang selama ini dianggap sebagai hal biasa.

Founder Pecaling Buleleng, Made Budiyasa, mengatakan perubahan perilaku perlu dimulai dengan mengubah pola pikir. Menurutnya, kebiasaan kecil yang dibiarkan berulang dapat membentuk karakter dan membuat seseorang merasa tidak memiliki tanggung jawab terhadap sisa yang dihasilkannya.

Sementara itu, Koordinator Pecaling Buleleng, Made Suarnata, menilai lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan siswa. Pengawasan dan pembiasaan dinilai diperlukan agar siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga terbiasa mengambil tanggung jawab terhadap sisa yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Made Budiyasa menjelaskan, gerakan Revolusi Kolong Meja berangkat dari persoalan sederhana yang sering ditemui di sekolah. Ia menilai kolong meja kerap dijadikan tempat menyimpan sisa kertas maupun sisa makanan, sehingga diperlukan perubahan pola pikir agar kebiasaan tersebut tidak terus berlangsung.

"Sering dan nyaris hampir setiap hari menyaksikan sisa-sisa kertas, sisa pekerjaan anak-anak itu selalu dimasukkan ke dalam kolong meja. Nah, itulah bagaimana kita mengubah mindset ini. Langkah yang radikal sih saya di sekolah, kebetulan saya di lab itu, saya balik mejanya, Bu. Karena kolong itu tidak berfungsi apa-apa" ujarnya.

Made Suarnata menambahkan, pembiasaan menjaga lingkungan perlu dilakukan secara langsung di sekolah. Menurutnya, siswa perlu didorong untuk tidak saling melempar tanggung jawab ketika menemukan sisa di lingkungan sekitar, karena menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

"Kita itu di Pecaling itu sebagai koordinator. Misalnya kalau Nata itu jadi koordinator di sekolah menjadi keamanan. Kalau misalnya ada siswa yang melanggar, mungkin Nata yang mengendal. Terus ada juga di bidang kesiswaan, beda juga. Kalau Nata itu sudah terjun ke Pecaling, mungkin di bagian lingkungan saja. Kalau misalnya ada sampah, mungkin Nata itu akan gertak dia. Kenapa kamu ada sampah di depan tidak diambil? Biarpun itu bukan sampah pribadi, kita harus menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman" katanya.

Gerakan Pecaling Buleleng diharapkan dapat memperkuat edukasi lingkungan, terutama kepada generasi muda. Pembiasaan sejak dini dinilai penting agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi menjadi bagian dari karakter dan perilaku sehari-hari.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....