Letjen Cantiasa: Mahasabha XIII PHDI Harus Satukan Umat, Bukan Golongan
- 18 Sep 2026 20:28 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Ketua Panitia Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, menitipkan pesan kuat kepada seluruh umat Hindu menjelang forum tertinggi organisasi tersebut. Ia menegaskan, PHDI harus menjadi rumah besar yang mampu melindungi, mengayomi, sekaligus memperjuangkan kepentingan seluruh umat Hindu di Indonesia.
Pesan itu disampaikan Cantiasa di tengah persiapan Mahasabha XIII PHDI yang akan digelar pada 8–11 Oktober 2026 di Jakarta. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi Hindu terbesar di Indonesia, dengan kehadiran sekitar 700 peserta dari berbagai daerah, tokoh agama, hingga kalangan cendekiawan.
Menurut Cantiasa, keberadaan PHDI tidak boleh dipandang sebatas organisasi keagamaan. Ia berharap lembaga tersebut benar-benar menjadi tempat umat mencari perlindungan, memperoleh pengayoman, serta menitipkan harapan bagi masa depan kehidupan Hindu di Tanah Air.
“Kita berharap ke depan PHDI ini menjadi rumah besar umat Hindu. Rumah besar itu adalah tempat perlindungan, tempat pengayoman, dan tempat umat Hindu berharap banyak tentang ke mana kita akan melangkah ke depan,” ujarnya pada Kamis, 17 September 2026.
Ia menekankan bahwa Mahasabha bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan ruang bersama untuk menyatukan arah perjuangan umat. Karena itu, seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan diharapkan mengedepankan semangat kebersamaan dan menghilangkan sekat-sekat kepentingan.
Cantiasa juga menitipkan pesan agar setiap keputusan yang lahir dalam Mahasabha berpijak pada kepentingan umat, bukan kepentingan kelompok maupun golongan. Menurut mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut, prinsip itu menjadi fondasi utama bagi kemajuan PHDI.
“Intinya adalah kepentingan umat di atas segala-galanya. Itu yang saya titipkan kepada seluruh masyarakat Hindu di mana pun berada. Mari kita letakkan kepentingan umat di atas segalanya,” ucapnya.
Lebih lanjut, jenderal bintang tiga Kopassus itu meyakini berbagai perbedaan pandangan akan mudah diselesaikan apabila seluruh pihak memiliki tujuan yang sama. Ia menilai ego sektoral maupun rasa tidak dihargai akan hilang ketika setiap orang mengutamakan kepentingan bersama.
“Kalau jiwa, pikiran, dan mindset kita semuanya untuk kepentingan umat, maka semuanya selesai. Tidak ada lagi ego, merasa dikalahkan, atau merasa masukannya tidak diterima. Kalau berpikir untuk kepentingan umat, semua akan selesai,” katanya.
Sejauh ini, persiapan Mahasabha XIII terus dilakukan secara intensif. Panitia telah menggelar sejumlah forum diskusi kelompok (FGD) di berbagai daerah, termasuk di Palu, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama serta mempertegas peran strategis PHDI dalam menjaga harmoni sosial.
Selain itu, panitia juga telah beraudiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 10 September 2026 di Kantor Kementerian Agama. Pertemuan tersebut membahas kesiapan penyelenggaraan Mahasabha sekaligus memperkuat sinergi dalam menjawab berbagai persoalan keumatan.
Menutup pesannya, Cantiasa mengajak seluruh panitia dan peserta Mahasabha membawa semangat baru untuk membangun masa depan Hindu Indonesia. Ia berharap forum tersebut melahirkan gagasan besar yang mampu menjadikan hal-hal yang selama ini dianggap sulit menjadi kenyataan.
“Make Impossible, Be Possible. Buatlah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Yang terpenting, semua yang hadir berpikir bahwa ini untuk kepentingan umat. Hindu mau dibawa ke mana dan PHDI akan dibuat seperti apa ke depan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....