Babinsa Bungkulan Kawal Prosesi Ida Rsi Wayabya, Mapiuning Berjalan Khidmat
- 19 Sep 2026 10:34 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Babinsa Desa Bungkulan, Serda I Made Sukrawan, melaksanakan pengamanan sekaligus pendampingan prosesi suci Ida Rsi Agung Wayabya di Pura Agung Bungkulan, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Jumat 18 September 2026 sore. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian persembahyangan berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wita itu diawali dengan prosesi Mapiuning sebagai bagian dari rangkaian Yadnya Memukur di Jero Kanginan. Ritual tersebut dihadiri tokoh agama, pemangku, serta masyarakat yang mengikuti persembahyangan bersama di kawasan pura.
Serda I Made Sukrawan mengatakan kehadiran Babinsa merupakan bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat desa. Menurutnya, pengamanan dilakukan tanpa mengganggu jalannya prosesi suci.
“Kami hadir untuk melaksanakan pengamanan dan pendampingan agar seluruh rangkaian persembahyangan serta prosesi suci dapat berjalan dengan aman, tertib, dan khidmat. Kehadiran Babinsa juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam setiap kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Prosesi Mapiuning sendiri merupakan ritual sakral yang dilaksanakan sebagai ungkapan doa memohon keselamatan dan kelancaran kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta penghormatan kepada para leluhur. Pelaksanaan ritual menjadi salah satu tahapan penting menjelang Yadnya Memukur yang diselenggarakan oleh warga Jero Kanginan.
Selama kegiatan berlangsung, Babinsa bersama unsur terkait melakukan pengaturan arus keluar masuk umat dan mengawasi situasi di sekitar area pura. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mengikuti persembahyangan hingga prosesi berakhir.
Suasana persembahyangan berlangsung tertib dengan partisipasi masyarakat yang memadati areal Pura Agung Bungkulan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan maupun hambatan berarti.
Kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan adat dan keagamaan menjadi bagian dari sinergi TNI bersama masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui pengamanan yang humanis, pelaksanaan ritual suci di Desa Bungkulan dapat berlangsung dengan penuh kekhusyukan hingga selesai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....