Jenazah PMI Jembrana dari Seychelles Tiba di Rumah Duka

  • 17 Sep 2026 06:23 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, I Putu Darmayasa, tiba di rumah duka pada Rabu, 16 September 2026 pukul 12.18 Wita setelah diberangkatkan dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung.
  • Darmayasa berusia 52 tahun, meninggal dunia di Seychelles, Afrika Timur, setelah mengalami serangan stroke.

RRI.CO.ID, Negara - Tangis haru menyambut kedatangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, I Putu Darmayasa (52), di rumah duka Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana, Bali, Rabu, 16 September 2026 siang. Darmayasa sebelumnya meninggal dunia di Seychelles, Afrika Timur, setelah mengalami serangan stroke.

Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 12.18 Wita setelah diberangkatkan dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung. Pihak keluarga selanjutnya akan melaksanakan prosesi pengabenan pada Kamis, 24 September 2026 mendatang.

Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Produktivitas dan Transmigrasi (P3T) Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa, mengatakan jenazah Darmayasa telah tiba di Bandara Ngurah Rai pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 23.30 Wita.

Karena kedatangan jenazah berlangsung pada malam hari, keluarga memilih melakukan penjemputan pada Rabu pagi. Dalam proses tersebut, keluarga mendapat pendampingan dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana.

"Tadi pagi bersama keluarga kita laksanakan penjemputan ke bandara," kata Agus Arimbawa saat dikonfirmasi, Rabu, 16 September 2026.

Menurutnya, setelah tiba di bandara, keluarga bersama pihak dinas menyelesaikan sejumlah administrasi, termasuk penandatanganan dokumen serah terima jenazah. Seluruh proses tersebut rampung sekitar pukul 09.49 Wita.

Selanjutnya, ambulans yang membawa jenazah meninggalkan Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 09.58 Wita dan melanjutkan perjalanan menuju Jembrana.

Sekitar dua jam lebih perjalanan, jenazah tiba di rumah duka pada pukul 12.18 Wita. Setibanya di lokasi, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.

Darmayasa diketahui telah bekerja di Seychelles sejak 2019. Selama berada di negara kepulauan di kawasan Afrika Timur tersebut, ia bekerja sebagai tenaga pemasangan rumah kayu sistem knock down sekaligus sebagai sopir.

Namun, kondisi kesehatannya kemudian menurun setelah mengalami serangan stroke secara mendadak. Pihak perusahaan tempat Darmayasa bekerja disebut telah menanggung biaya pengobatan hingga seluruh proses pemulangan jenazah ke Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....