ASDP Siapkan Strategi Atasi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk

  • 11 Sep 2026 19:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di Lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Strategi tersebut mencakup penguatan operasional, peningkatan kapasitas infrastruktur, hingga integrasi sistem digital pelayanan.

Pembahasan mengenai penanganan kepadatan itu dilakukan ASDP bersama Forum Wartawan Perhubungan melalui Media Brief Discussion di Kantor Kementerian Perhubungan, Jumat, 11 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin, Plt. Direktur KPLP Triono, serta Corporate Secretary ASDP Windy Andale.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan persoalan kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk tidak cukup ditangani hanya dengan menambah jumlah kapal. Menurutnya, kapasitas layanan efektif juga dipengaruhi sejumlah faktor, terutama dalam melayani kendaraan logistik.

“Kepadatan di Ketapang-Gilimanuk tidak dapat dilihat hanya dari sisi jumlah kendaraan maupun kapal. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kapasitas efektif layanan, khususnya untuk kendaraan logistik. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari stabilisasi operasional hingga penguatan kapasitas infrastruktur dan fasilitas pendukung,” ujar Heru.

Data ASDP mencatat sebanyak 43.327 kendaraan melintas di Ketapang-Gilimanuk selama periode 30 Agustus hingga 5 September 2026. Jumlah tersebut meningkat delapan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah kenaikan volume kendaraan tersebut, jumlah armada dan perjalanan kapal justru mengalami penurunan. Pada periode yang sama tercatat 176 kapal beroperasi dengan 1.210 trip, masing-masing turun 11 persen dan 21 persen secara tahunan.

Ketidakseimbangan tersebut semakin dipengaruhi oleh sejumlah kondisi, seperti berkurangnya kapasitas lintasan alternatif, keterbatasan fleksibilitas kendaraan logistik, belum beroperasinya Dermaga Bulusan, serta kapasitas dermaga yang masih dalam proses peningkatan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan perusahaan tidak hanya menyiapkan langkah ketika antrean sudah terjadi. Penanganan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas lintasan agar mampu menghadapi pertumbuhan mobilitas dalam jangka panjang.

“Yang kami lakukan bukan hanya mengurai antrean ketika kepadatan terjadi, tetapi juga menyiapkan solusi yang lebih fundamental agar lintasan memiliki kapasitas dan fleksibilitas yang semakin baik dalam menghadapi pertumbuhan permintaan ke depan,” jelas Windy.

Untuk langkah jangka pendek, ASDP akan memperkuat pengendalian arus kendaraan sekaligus mengoptimalkan kapasitas layanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Sedangkan dalam jangka menengah dan panjang, penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas dermaga, pengembangan area penyangga atau buffer area, penyiapan akses pendukung, serta penambahan armada.

Armada perbantuan juga disiapkan untuk mendukung operasional Ketapang-Gilimanuk dan lintasan Tanjung Wangi-Lembar. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan fleksibilitas ketika terjadi peningkatan volume kendaraan maupun penumpang.

Dari sisi infrastruktur, peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dan Dermaga V Ketapang menjadi salah satu agenda yang diprioritaskan. Kedua dermaga tersebut ditargetkan beralih dari dermaga ponton menjadi dermaga mobile bridge (MB) dan dapat beroperasi paling lambat pada Angkutan Lebaran 2027.

Selain infrastruktur, digitalisasi pelayanan juga menjadi bagian dari strategi ASDP. Integrasi data antara sistem Ferizy dan Inaportnet, khususnya terkait manifest, dinilai penting untuk memastikan informasi pelayanan lebih seragam dan akurat.

Plt. Direktur KPLP Triono mengatakan penyelarasan data antarsistem dapat mengurangi potensi perbedaan informasi dalam proses pelayanan penyeberangan.

“Kami berharap kerja sama antara Ferizy dan Inaportnet, khususnya terkait data manifest, dapat terjalin dengan baik. Dengan adanya integrasi dan keselarasan data, diharapkan dapat meminimalisasi perbedaan data manifest sehingga informasi yang digunakan dalam proses pelayanan dapat lebih akurat dan konsisten,” ujar Triono.

Berbagai persiapan tersebut dilakukan untuk memperkuat konektivitas Jawa-Bali sekaligus meningkatkan kesiapan layanan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik, termasuk pada periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

ASDP memastikan penguatan kapasitas, pengaturan operasional, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan akan terus dilakukan agar pelayanan di Lintas Ketapang-Gilimanuk dapat berjalan lebih efektif dan responsif terhadap perubahan volume pengguna jasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....