1.583 Prajurit Tamtama TNI AD Dilantik, Siap Lanjut Pendidikan Infanteri
- 09 Sep 2026 12:43 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Sebanyak 1.583 siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi dilantik menjadi prajurit berpangkat Prajurit Dua (Prada), Rabu, 9 September 2026.
Pelantikan berlangsung setelah para siswa menyelesaikan pendidikan pertama tahap pertama selama dua bulan di Dodiklatpur Pulaki. Usai pelantikan, para prajurit akan melanjutkan pendidikan tahap kedua berupa Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) di Rindam IX/Udayana.
Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, mengatakan pelantikan tersebut menjadi tahap awal sebelum para prajurit menjalani pendidikan kejuruan infanteri. Pendidikan tahap kedua dijadwalkan dimulai tiga hari setelah pelantikan.
"Pada hari ini tanggal 9 September 2026 pagi ini baru saja kita melantik 1.583 siswa Secata TNI Angkatan Darat gelombang 2 tahun anggaran 2026. Yang sekarang sudah menjadi organik TNI AD berpangkat Prajurit Dua. Oh, belum. Ini mereka saat ini baru selesai melaksanakan pendidikan pertama tahap 1 selama 2 bulan. Ini berlangsung di Dodiklatpur Pulaki. Nanti 3 hari lagi mereka akan melaksanakan pendidikan Dikma tahap 2, yaitu kejuruan khusus infanteri dilatih di Dodiklatpur Pulaki ini," ujar Mayjen TNI Piek Budyakto.
Menurutnya, proses pendidikan lanjutan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis keprajuritan, tetapi juga membentuk karakter dan mental prajurit. Para prajurit baru diharapkan mampu menjalankan tugas dengan berpegang pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta memiliki kedisiplinan dan ketangguhan dalam menghadapi tugas.

"Ke depan harapannya mereka yang sudah dilantik menjadi anggota TNI AD berpangkat Prajurit Dua dan akan mengikuti pendidikan tahap 2 nanti, harapannya kita semua kepada mereka agar menjadi prajurit dengan jiwa Sapta Marga, Sumpah Prajurit, berbakti kepada NKRI, dan tentunya menjadi tulang punggung kekuatan TNI AD," ucapnya.
Mayjen TNI Piek Budyakto menambahkan, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, para prajurit akan diarahkan untuk memperkuat satuan TNI AD di berbagai wilayah Indonesia. Penempatan tersebut, salah satunya, akan mendukung keberadaan batalion teritorial pembangunan yang tersebar di sejumlah daerah.
"Ke depan, seperti apa yang disampaikan amanat oleh Bapak Kasad, mereka akan masuk ke kesatuan-satuan, terutama batalion teritorial pembangunan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memperkuat jajaran TNI AD di bidang pertahanan," katanya.
Selain memiliki kemampuan dasar keprajuritan dan dasar golongan Tamtama, para prajurit juga dituntut memiliki kondisi jasmani yang samapta. Mereka diharapkan tumbuh menjadi prajurit yang memiliki mental kuat, tangguh, disiplin, serta memahami hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan berlanjutnya pendidikan kejuruan infanteri, 1.583 prajurit tersebut kini memasuki tahapan baru untuk mematangkan kemampuan sebelum mengemban tugas di satuan masing-masing. Pembentukan karakter, kemampuan, dan disiplin selama pendidikan menjadi bekal penting dalam menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari kekuatan pertahanan TNI Angkatan Darat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....