Lebih Setahun Berjalan, MBG Belum Menjangkau Sekolah Terpencil
- 01 Sep 2026 12:09 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja- Lebih dari setahun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, siswa SD Negeri 1 Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, belum menikmati program tersebut. Sekolah yang berada jauh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini hingga kini masih menunggu giliran mendapatkan MBG.
Kepala SD Negeri 1 Pegadungan, Desak Nyoman Dewi Astuti, S.Pd., membenarkan kondisi tersebut. Pihak sekolah mengaku telah berulang kali mengisi tautan pendataan untuk mendapatkan program MBG bagi siswa, namun hingga kini belum ada realisasi.
“Kami sudah beberapa kali mengisi link pendataan, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan program MBG,” ujarnya.
Kondisi ini membuat kebutuhan makanan siswa selama berada di sekolah masih bergantung pada bekal yang disiapkan keluarga dari rumah. Keterbatasan akses menjadi salah satu persoalan yang membuat program belum menjangkau seluruh siswa.
Salah seorang siswa, Winda, memilih membawa bekal dari rumah. Bekal tersebut disiapkan sendiri oleh orang tuanya sebagai kebutuhan makan selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Saya membawa bekal dari rumah, biasanya disiapkan oleh orang tua,” kata Winda.
Belum tersentuhnya MBG di SD Negeri 1 Pegadungan menunjukkan pemerataan program masih menghadapi persoalan akses. Ketika sekolah yang jauh dari SPPG belum terlayani, jarak bukan lagi sekadar persoalan geografis, tetapi menjadi tantangan dalam memastikan seluruh siswa memperoleh manfaat program.
Program MBG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Karena itu, perluasan cakupan tidak cukup hanya menghitung jumlah penerima, tetapi juga memastikan sekolah-sekolah yang sulit dijangkau tidak tertinggal. Siswa di wilayah dengan akses terbatas tetap memiliki kebutuhan yang sama untuk mendapatkan makanan bergizi di sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....