Perkuat Literasi Masyarakat, PPK Ormawa UKM PKIM Undiksa Hadirkan Pojok Literasi
- 01 Sep 2026 07:25 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tim PPK Ormawa memperoleh pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui pendanaan tersebut, Tim PPK Ormawa UKM PKIM melaksanakan program Pojok Literasi RAMA SINTA di Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, yang diketuai oleh Ni Luh Laksmi Satya Utami dengan Putu Widiarini, S.Pd., M.Sc. sebagai dosen pendamping. Program ini mendapat dukungan dan sambutan baik dari Pemerintah Desa Menyali, khususnya Kepala Desa Menyali, I Made Jaya Harta, yang mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan potensi masyarakat desa.
Pojok Literasi RAMA SINTA dilaksanakan sejak 4 Juni hingga 19 September 2026 dan hingga saat ini masih berlangsung. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui 12 kali pertemuan dengan melibatkan masyarakat Desa Menyali secara aktif. Dukungan dari Pemerintah Desa Menyali menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan program, terutama dalam membantu koordinasi dengan masyarakat dan mendukung terselenggaranya berbagai kegiatan pada empat Pojok Literasi RAMA SINTA.
Program Pojok Literasi RAMA SINTA dirancang berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh tim PPK Ormawa bersama masyarakat dan Pemerintah Desa Menyali. Hasil identifikasi menunjukkan adanya sejumlah kebutuhan masyarakat, di antaranya penguatan kemampuan literasi Bahasa Bali dan Bahasa Inggris, peningkatan pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha dan keuangan, serta pelestarian seni budaya lokal. Kondisi tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan program yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Menyali.
Dalam pelaksanaannya, PPK Ormawa UKM PKIM menghadirkan empat Pojok Literasi RAMA SINTA, yaitu RAMA Dwi Sastra, RAMA Cakra Digital, RAMA Artha, dan RAMA Taksu. Keempat pojok literasi tersebut memiliki fokus yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat. RAMA Dwi Sastra berfokus pada Bahasa Bali dan Bahasa Inggris, RAMA Cakra Digital pada literasi informatika dan pemanfaatan teknologi, RAMA Artha pada transformasi ekonomi, sedangkan RAMA Taksu berfokus pada seni dan budaya.
Pojok Literasi RAMA Dwi Sastra ditujukan bagi anak dan remaja Desa Menyali. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Bali dan Bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan praktik. Peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, serta storytelling, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik secara langsung.
Sementara itu, Pojok Literasi RAMA Cakra Digital menyasar pengrajin anyaman bambu di Desa Menyali. Kegiatan berfokus pada peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha. Peserta mendapatkan pendampingan mengenai digital marketing, fotografi produk, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Melalui kegiatan tersebut, pengrajin diharapkan semakin mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan lokal.

Pada bidang ekonomi, Pojok Literasi RAMA Artha ditujukan kepada pengrajin bokor dan masyarakat yang menjalankan usaha. Kegiatan diarahkan pada penguatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan usaha, termasuk pencatatan keuangan sederhana dan perencanaan usaha. Melalui pendampingan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam mengelola kegiatan usaha secara lebih terstruktur.
Adapun Pojok Literasi RAMA Taksu menjadi ruang pembelajaran sekaligus pelestarian seni budaya bagi generasi muda Desa Menyali, khususnya anggota Seka Teruna Teruni (STT)/Yowana. Salah satu kesenian yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah Tari Legong Pengeleb, yang merupakan salah satu tarian khas Desa Menyali dan keberadaannya mulai terancam punah karena semakin terbatasnya generasi muda yang mengenal dan mempelajarinya. Oleh karena itu, RAMA Taksu tidak hanya diarahkan pada latihan tari, tetapi juga menjadi upaya untuk mengenalkan kembali keberadaan dan nilai budaya Tari Legong Pengeleb kepada generasi muda Desa Menyali.
Melalui rangkaian latihan hingga pementasan, generasi muda diberikan kesempatan untuk mempelajari kembali Tari Legong Pengeleb sebagai bagian dari warisan budaya Desa Menyali. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam proses regenerasi seni budaya sekaligus menjaga agar Tari Legong Pengeleb tetap dikenal dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pelaksanaan Pojok Literasi RAMA SINTA dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran. Tim PPK Ormawa UKM PKIM berperan sebagai fasilitator dan pendamping dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari menyiapkan bahan pembelajaran, mendampingi peserta, hingga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Pelaksanaan program juga melibatkan Pemerintah Desa Menyali, masyarakat, serta kelompok-kelompok sasaran sesuai dengan bidang masing-masing.
Program ini menyasar 80 masyarakat dari sembilan tempekan di Desa Menyali yang terbagi ke dalam empat kelompok Pojok Literasi RAMA SINTA. Masing-masing kelompok terdiri atas 20 peserta, yaitu anak dan remaja pada RAMA Dwi Sastra, pengrajin anyaman bambu pada RAMA Cakra Digital, pengrajin bokor pada RAMA Artha, serta anggota STT/Yowana pada RAMA Taksu. Pembagian kelompok tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat pada setiap bidang literasi.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaksanaan PPK Ormawa juga menjadi ruang bagi UKM PKIM dan mahasiswa tim pelaksana untuk meningkatkan kapasitas organisasi serta kompetensi diri. Keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan program memberikan pengalaman dalam merancang dan mengelola kegiatan, melakukan koordinasi dengan masyarakat dan mitra, serta melaksanakan pendampingan dan evaluasi. Pengalaman tersebut turut mengembangkan hard skill mahasiswa dalam pengelolaan program sekaligus soft skill, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi masyarakat.
Dengan demikian, pelaksanaan PPK Ormawa menjadi proses pembelajaran dua arah. Masyarakat Desa Menyali memperoleh ruang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui Pojok Literasi RAMA SINTA, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mengembangkan kapasitas organisasi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesional.
Selama pelaksanaan program, kegiatan dilakukan secara bertahap melalui 12 kali pertemuan dan masih berlangsung hingga saat ini. Monitoring dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan pemahaman dan keterampilan peserta pada masing-masing bidang. Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, setiap Pojok Literasi RAMA SINTA diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Pojok Literasi RAMA SINTA tidak hanya diarahkan untuk berjalan selama program PPK Ormawa berlangsung, tetapi juga dipersiapkan agar dapat dilanjutkan oleh masyarakat Desa Menyali. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan kader masyarakat yang nantinya dapat membantu melanjutkan pembelajaran nonformal pada masing-masing Pojok Literasi RAMA SINTA.
Melalui Pojok Literasi RAMA SINTA, PPK Ormawa UKM PKIM Undiksha berupaya menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan kebutuhan dan potensi masyarakat Desa Menyali. Penguatan literasi bahasa, digital, ekonomi, serta seni budaya diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan organisasi, keterampilan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....