Kajeng Kliwon Dapat Dimaknai Sederhana di Era Modern

  • 30 Agt 2026 19:16 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Generasi muda tidak perlu melihat pelaksanaan Kajeng Kliwon sebagai sesuatu yang rumit untuk tetap menjalankan dan memaknai tradisi tersebut di tengah kehidupan modern. Pemaknaan Kajeng Kliwon dapat dilakukan secara sederhana dengan tetap memperhatikan nilai spiritual, ketulusan dan kemampuan masing-masing umat. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu, Komang Ari Warmita Udayana, saat mengisi Obrolan SPADA beberapa waktu lalu.

Komang Ari Warmita Udayana mengatakan, pelaksanaan tradisi keagamaan dapat menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. Dalam konteks Kajeng Kliwon, sarana yang digunakan dalam persembahan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan tradisi yang berlaku di masing-masing wilayah. Konsep desa, kala, patra menjadi salah satu dasar dalam melihat keberagaman pelaksanaan tradisi di Bali. “Konsep upacara itu yang harus ada adalah patung-patung, mungkin toya, kita beli canang itu,” ujar Komang Ari Warmita Udayana.

Menurutnya, perbedaan bentuk pelaksanaan antara satu daerah dengan daerah lainnya bukan berarti mengurangi nilai dari tradisi tersebut. Masyarakat Bali memiliki tradisi dan kebiasaan yang beragam dalam melaksanakan kegiatan keagamaan. Karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa inti dari pelaksanaan bukan hanya terletak pada bentuk atau banyaknya sarana yang digunakan, tetapi juga pada ketulusan dan pemahaman terhadap makna yang dijalankan. Hal tersebut menjadi penting terutama bagi anak muda yang memiliki kesibukan maupun tinggal jauh dari lingkungan keluarga.

Ia juga menilai perkembangan teknologi dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda dalam memaknai Kajeng Kliwon. Selain menjalankan tradisi, anak muda dapat menerapkan nilai yang terkandung di dalamnya melalui perilaku sehari-hari, termasuk saat menggunakan media sosial. “Kalau bisa kedua-duanya, artinya saya pikir dulu apa yang mau kita perbuat, kemudian kita rasakan sehingga ada rasa empati kita ketika kita melakukan hal itu,” ucap Komang Ari Warmita Udayana. Menurutnya, kemampuan berpikir sebelum bertindak dan memiliki empati menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda saat ini.

Komang Ari Warmita Udayana menambahkan, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk memastikan tradisi tetap dikenal dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Tradisi tidak harus dipertahankan hanya dalam bentuk yang sama seperti masa lalu, tetapi nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus dipahami dan diterapkan sesuai perkembangan zaman. Kajeng Kliwon dapat menjadi sarana untuk mengenalkan generasi muda pada nilai spiritual, etika dan pengendalian diri. Dengan pemaknaan yang lebih sederhana dan relevan, tradisi tersebut diharapkan tetap hidup serta tidak terputus di tengah perubahan kehidupan masyarakat modern

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....