Kajeng Kliwon Jadi Momentum Anak Muda Refleksi

  • 30 Agt 2026 19:15 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Di tengah aktivitas digital yang tidak pernah berhenti, generasi muda Hindu Bali dinilai membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi diri. Kajeng Kliwon dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menenangkan pikiran, mengevaluasi diri dan membangun kesadaran terhadap tindakan yang dilakukan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu, Komang Ari Warmita Udayana, saat mengisi Obrolan SPADA beberapa waktu lalu.

Komang Ari Warmita Udayana menjelaskan, Kajeng Kliwon memiliki makna spiritual yang berkaitan dengan pengendalian pikiran. Dalam pemaknaan unsur Kajeng, terdapat keterkaitan dengan Sanghyang Manacika yang berhubungan dengan pikiran manusia. Karena itu, Kajeng Kliwon dapat menjadi kesempatan bagi umat Hindu, termasuk generasi muda, untuk melakukan meditasi dan refleksi. “Sangyang Manacike itu artinya dari pikiran manusia. Nah, jadi di Kajeng Kliwon ini momentum kita itu harus mampu menggali dan juga memahami diri kita bagaimana kita mampu mengendalikan pikiran kita,” ujar Komang Ari Warmita Udayana.

Ia mengatakan, kehidupan generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Berbagai informasi dapat diterima dalam waktu singkat dan sering kali membuat seseorang terus memberikan respons tanpa terlebih dahulu memahami persoalan. Kondisi tersebut dinilai membuat kemampuan untuk berhenti sejenak dan melihat kembali diri sendiri menjadi semakin penting. Kajeng Kliwon dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk mengurangi aktivitas digital, menenangkan diri, berdoa atau melakukan meditasi sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Menurutnya, refleksi diri tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Anak muda dapat memulainya dengan mengambil waktu untuk menenangkan pikiran dan mengevaluasi berbagai tindakan yang telah dilakukan. “Kita khususnya anak-anak muda yang beragama Hindu kita punya momentum hari di mana ketika kita jenuh, ketika kita penat dengan hari-hari kita mungkin kita bisa mengambil momentum Kajeng Kliwon ini untuk merefleksi diri kita,” ucap Komang Ari Warmita Udayana. Ia menilai, kebiasaan tersebut dapat membantu anak muda membangun kesadaran diri sekaligus mengendalikan pikiran dan emosi.

Pemaknaan Kajeng Kliwon juga dapat diterapkan dalam aktivitas anak muda di ruang digital. Sebelum memberikan komentar atau merespons suatu persoalan, generasi muda perlu membiasakan diri untuk berpikir dan mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Sikap tersebut sejalan dengan nilai pengendalian diri yang dapat dipelajari melalui pemaknaan Kajeng Kliwon. Dengan menjadikan tradisi sebagai bagian dari refleksi kehidupan, generasi muda diharapkan tidak hanya menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai spiritualnya dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....