Melawan Apatis Bisa Dimulai Dari Hal Sederhana
- 30 Agt 2026 19:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Sikap apatis di kalangan generasi muda dinilai dapat diubah melalui kepedulian yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Anak muda tidak harus menunggu memiliki posisi atau pengaruh besar untuk memberikan kontribusi. Tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Dewa Ayu Made Kusuma Wijayanti saat mengisi program Obrolan SPADA beberapa waktu lalu mengatakan sikap apatis dapat muncul ketika seseorang memilih tidak peduli terhadap keadaan di sekitarnya. Menurutnya, perubahan pola pikir perlu dilakukan secara bertahap dengan membiasakan diri memperhatikan persoalan yang terjadi di lingkungan terdekat. “Cara kita untuk mengubah pola pikir apatis itu kita mulai dari diri kita sendiri, mulai dari lingkungan sekitar,” ujar Dewa Ayu Made Kusuma Wijayanti.
Ia mencontohkan, sikap apatis dapat terlihat dari kebiasaan sederhana seperti membiarkan sampah berserakan karena menganggap sudah ada orang lain yang akan membersihkannya. Padahal, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dengan melakukan tindakan kecil sesuai kemampuan masing-masing. Selain menjaga kebersihan, anak muda juga dapat menunjukkan kepedulian melalui kegiatan sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan maupun ikut terlibat dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekitar.
Menurutnya, organisasi dan komunitas kepemudaan juga dapat menjadi salah satu ruang bagi anak muda untuk membangun rasa peduli. Melalui kegiatan bersama, generasi muda dapat belajar bekerja sama, saling menghargai dan memahami persoalan yang terjadi di masyarakat. “Di sana kita membangun kekeluargaan, saling merangkul, saling peduli sesama lain dan mengikuti kegiatan-kegiatan aksi sosial lainnya,” ucap Dewa Ayu Made Kusuma Wijayanti. Keterlibatan tersebut tidak harus dimulai dengan kegiatan besar karena pengalaman dan kepedulian dapat dibangun dari aktivitas sederhana.
Ia berharap anak muda tidak menjadikan kekecewaan maupun anggapan bahwa suara mereka terlalu kecil sebagai alasan untuk berhenti peduli. Sikap kritis tetap diperlukan, tetapi harus disertai kemauan untuk memahami persoalan dan mengambil tindakan sesuai kemampuan. Kontribusi juga tidak selalu harus melalui organisasi karena kepedulian dapat dilakukan dari lingkungan keluarga, sekolah, komunitas maupun masyarakat. Dengan membangun kebiasaan peduli sejak hal-hal kecil, generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....