Anak Muda Jangan Apatis Terhadap Isu Politik

  • 30 Agt 2026 19:12 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Generasi muda diharapkan tidak bersikap apatis terhadap isu politik karena berbagai kebijakan yang dihasilkan pemerintah dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk anak muda. Perkembangan teknologi dan media sosial juga membuat informasi mengenai politik semakin mudah diakses sehingga generasi muda memiliki kesempatan untuk memahami dan mengikuti berbagai persoalan yang terjadi.

Hal tersebut disampaikan Dewa Ayu Made Kusuma Wijayanti saat mengisi program Obrolan SPADA beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, masih adanya anak muda yang merasa tidak perlu mengetahui persoalan politik menjadi tantangan tersendiri. Padahal, keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik tidak selalu berarti harus terjun menjadi politisi. Kepedulian dapat dimulai dengan mengikuti perkembangan isu, memahami kebijakan dan menggunakan hak politik secara bertanggung jawab. “Isu politik itu sangat penting terutama di zaman teknologi saat ini karena politik itu membawa pengaruh yang sangat besar terutama bagi kita generasi muda,” ujar Dewa Ayu Made Kusuma Wijayanti.

Menurutnya, salah satu bentuk keterlibatan anak muda yang paling sederhana adalah menggunakan hak pilih dalam pemilu. Pemilu menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menentukan pilihan sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap arah pembangunan bangsa. Selain itu, anak muda juga dapat menyampaikan kritik maupun aspirasi terhadap berbagai kebijakan yang dinilai perlu mendapat perhatian. Namun, penyampaian pendapat tersebut perlu didasarkan pada informasi yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dewa Ayu Made Kusuma Wijayanti juga menilai organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar memahami berbagai persoalan, termasuk isu politik dan sosial. Melalui organisasi, anak muda dapat bertukar informasi dan pemikiran dengan orang lain yang memiliki latar belakang maupun pandangan berbeda. Proses tersebut dinilai dapat membantu anak muda membangun kemampuan berpikir kritis sekaligus belajar menghargai pendapat orang lain. “Di situ kita bisa bertukar informasi, bertukar pemikiran secara kritis dan kemudian nanti disaring, dipilah kembali untuk mencapai tujuan yang bersama,” ucap Dewa Ayu Made Kusuma Wijayanti.

Ia menambahkan, menjadi kritis tidak berarti harus selalu menolak atau menyalahkan suatu keadaan. Anak muda perlu memahami persoalan terlebih dahulu sebelum menyampaikan pendapat serta mampu membedakan informasi yang valid dan tidak valid. Dengan sikap tersebut, generasi muda dapat berkontribusi dalam kehidupan masyarakat tanpa harus kehilangan sikap kritis. Kepedulian terhadap politik juga dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui kebiasaan mengikuti informasi, berdiskusi secara sehat dan menggunakan hak suara secara bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....