Tekan Kekerasan Seksual, Kapolres Buleleng Dorong Korban Berani Speak Up
- 29 Agt 2026 09:55 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kepolisian Resor (Polres) Buleleng membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan yang menjadi korban kekerasan maupun pelecehan seksual untuk berani melapor dan mendapatkan pendampingan.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Guzman mengatakan, kepolisian tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual. Penanganan terhadap setiap laporan akan dilakukan secara profesional, sementara perlindungan dan kebutuhan korban menjadi prioritas.
“Kita membuka pintu sebesar-besarnya untuk menangani kasus ini. Sekali lagi saya tekankan bahwa kita bersama-sama, ayo kita buat label Buleleng ini terhindar dari kejahatan-kejahatan yang terkenal-terkenal itu, narkobanya, kekerasannya, pelecehan seksual,” ujarnya, Kamis 27 Agustus 2026.
Menurut AKBP Ruzi, upaya penanganan tidak cukup hanya melalui proses hukum. Seluruh stakeholder dan elemen masyarakat perlu memberikan ruang aman agar korban berani speak up serta segera mengadukan tindak kejahatan yang dialaminya. Dukungan juga dapat diberikan melalui lembaga pendamping perempuan dan anak maupun layanan konseling yang tersedia di kepolisian.
Selain penanganan terhadap korban, Polres Buleleng juga mendorong upaya pencegahan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah. Dalam program tersebut, kepolisian menekankan tiga persoalan yang perlu diwaspadai pelajar, yakni perundungan atau bullying, narkoba, serta pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan.
Kapolres menilai tingginya kasus kejahatan harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama untuk memastikan proses hukum mampu memberikan efek jera. Pengungkapan kasus oleh kepolisian, katanya, perlu diikuti pengawasan dan dukungan seluruh pihak agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya.
“Kita sama-sama dudukkan, sama-sama kita antisipasi supaya besok-besok Buleleng ini terkenalnya seperti, ‘Oh, festivalnya bagus, karya seninya bagus, wisatanya bagus,’ bukan terhadap kejahatan-kejahatan,” ucapnya.
Pihaknya mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mengubah citra Buleleng dengan memperkuat keamanan dan keberanian melaporkan tindak kekerasan. Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan merupakan tanggung jawab bersama untuk menciptakan Buleleng yang aman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....