TNBB Perketat Patroli saat Kemarau, Air untuk Satwa Disiapkan

  • 26 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Musim kemarau membuat pengelola Taman Nasional Bali Barat (TNBB) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Bersamaan dengan itu, ketersediaan air bagi satwa liar juga menjadi perhatian dengan menyiapkan sejumlah bak dan kubangan air buatan di dalam kawasan konservasi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Jembrana TNBB, Isai Yusidart, mengatakan berkurangnya sumber air merupakan kondisi yang biasa terjadi ketika musim kemarau berlangsung. Namun, berdasarkan pemantauan terbaru, persediaan air di sejumlah kubangan masih mencukupi untuk kebutuhan satwa.

“Penurunan air memang selalu terjadi saat kemarau. Kami sudah melakukan antisipasi dengan menyediakan bak air khusus satwa, sekaligus meningkatkan smart patrol untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan,” kata Isai saat dikonfirmasi, Rabu 25 Agustus 2026.

Sejumlah satwa mulai memanfaatkan sumber air yang disediakan petugas. Kawanan rusa, misalnya, terpantau mendatangi kubangan buatan di kawasan Prapat Agung dan Segara Rupek. Kubangan di wilayah Cekik juga masih menjadi lokasi yang didatangi berbagai jenis satwa untuk mendapatkan air.

Menurut Isai, pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi sumber air tetap terjaga. Jika ditemukan kubangan yang mulai mengering, petugas akan melakukan pengisian menggunakan mobil tangki.

“Kalau nanti ada kubangan yang mulai kering, air akan kami suplai dengan mobil tangki. Untuk kondisi sekarang, persediaannya masih aman,” ujarnya.

Sementara dalam upaya mengantisipasi karhutla, TNBB menyiapkan sejumlah langkah pencegahan. Petugas secara rutin memeriksa dan merawat peralatan pemadaman agar dapat langsung digunakan ketika terjadi kondisi darurat.

Pelatihan dan simulasi pemadaman juga dilakukan bagi personel pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, petugas memetakan sumber air yang berada di dalam maupun sekitar kawasan sebagai bagian dari kesiapan pengisian armada pemadam dan peralatan pemadaman lainnya.

Upaya pencegahan turut dilakukan melalui pemasangan papan informasi di lokasi yang dinilai rawan kebakaran. Papan tersebut berisi peringatan mengenai potensi bahaya serta larangan membuang benda yang dapat menjadi sumber api.

“Kami terus mengingatkan agar tidak ada yang membuang sumber api sembarangan, termasuk puntung rokok. Kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar,” tutur Isai.

Khusus wilayah SPTN I Jembrana, hasil pemantauan melalui smart patrol menunjukkan sejumlah kubangan air masih berada dalam kondisi mencukupi. Kendati demikian, patroli dan pengawasan akan ditingkatkan seiring memasuki puncak musim kemarau.

“Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli, terutama di lokasi yang memiliki potensi kebakaran. Pencegahan menjadi prioritas agar tidak sampai terjadi karhutla di kawasan TNBB,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....