Desa Sembiran Perkuat Wisata Aman lewat Program Safe Community Tourism

  • 23 Agt 2026 08:45 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di kawasan wisata melalui program Safe Community Tourism. Kegiatan yang berlangsung pada 19 Juli 2026 tersebut melibatkan 32 peserta dari unsur aparat desa, pelaku pariwisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pemuda desa. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjaga keselamatan dan kesehatan wisatawan sekaligus memperkuat tata kelola desa wisata.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi berbagai risiko di kawasan wisata. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan penanganan kegawatdaruratan, tetapi juga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan destinasi. Pendekatan tersebut diharapkan membuat masyarakat semakin siap menjadi bagian dari pengelolaan pariwisata yang aman dan berkelanjutan.

Tiga pemateri dari bidang berbeda dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni I Kadek Artawan, I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha, dan Komang Kurniawan Widiartha. Materi pelatihan mencakup Bantuan Hidup Dasar atau BHD, penanganan gigitan ular, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan atau P3K, serta pemanfaatan aplikasi digital. Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik agar peserta dapat memahami langkah awal yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat di kawasan wisata.

I Kadek Artawan yang menyampaikan materi Bantuan Hidup Dasar menekankan pentingnya kemampuan masyarakat memberikan pertolongan awal sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pengetahuan tersebut menjadi semakin penting mengingat Desa Sembiran memiliki karakter wilayah berbukit dan aktivitas wisata berbasis alam, termasuk jalur trekking. "Kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal menjadi salah satu komponen penting dalam membangun destinasi wisata yang aman," ujarnya pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Sementara itu, I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha memberikan pembekalan mengenai penanganan gigitan ular dan P3K. Materi tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan pelaku wisata ketika menghadapi kecelakaan maupun kondisi darurat di lingkungan destinasi. Kemampuan memberikan pertolongan pertama dinilai penting agar penanganan awal dapat dilakukan secara tepat sembari menunggu bantuan medis apabila diperlukan.

Selain aspek keselamatan, program Safe Community Tourism juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan Desa Wisata Sembiran. Komang Kurniawan Widiartha memperkenalkan aplikasi digital Sadar Wisata yang dapat dimanfaatkan untuk penyampaian informasi, promosi potensi wisata, serta mendukung pengelolaan destinasi secara lebih terintegrasi. "Pemanfaatan teknologi digital di desa wisata dapat membantu masyarakat dalam menyampaikan informasi, mempromosikan potensi yang dimiliki, sekaligus mendukung pengelolaan destinasi agar lebih terintegrasi," katanya.

Penguatan kapasitas masyarakat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas Desa Sembiran sebagai destinasi wisata yang tidak hanya memiliki daya tarik alam dan budaya, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi risiko keselamatan. Keterampilan pertolongan pertama menjadi salah satu modal penting bagi masyarakat yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital dapat memperluas akses informasi sekaligus mendukung promosi potensi desa.

Konsep Safe Community Tourism juga menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman. Pendekatan tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Sapta Pesona, terutama dalam menciptakan destinasi yang aman, tertib, bersih, nyaman, serta mampu memberikan pengalaman positif bagi wisatawan. Dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, kesiapsiagaan diharapkan menjadi bagian dari budaya pengelolaan pariwisata di Desa Sembiran.

Melalui program tersebut, masyarakat Desa Sembiran diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat dari perkembangan sektor pariwisata, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menjaga keselamatan wisatawan dan lingkungan destinasi. Peningkatan kompetensi dalam pertolongan pertama, kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari pembangunan ekosistem pariwisata berbasis masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat arah pengembangan Desa Wisata Sembiran yang aman, adaptif, dan berkelanjutan, ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....