Lomba Mengetik Cepat di BDE Buleleng Festival Diserbu Pelajar
- 22 Agt 2026 12:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Lomba mengetik cepat yang digelar SMK TI Bali Global Singaraja dalam rangkaian Buleleng Digital Expo (BDE) 2026 mendapat antusias tinggi dari kalangan pelajar. Hingga Jumat 21 Agustus 2026, tercatat 53 peserta dari kategori SMP mengikuti kompetisi yang digelar di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng tersebut.
Kepala SMK TI Bali Global Singaraja, Ketut Widi Astawan, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan minat pelajar terhadap keterampilan teknologi dan komputer cukup besar. Ia mengapresiasi kesempatan yang diberikan Dinas Kominfosanti Buleleng untuk berpartisipasi dalam Buleleng Digital Expo.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan atas kesempatan yang diberikan oleh Dinas Kominfosanti Buleleng untuk berpartisipasi dalam ajang Buleleng Digital Expo. Peserta lomba mengetik cepatnya membludak,” ujarnya.
Menurut Widi, lomba mengetik cepat tersebut merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya. Jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, khususnya pada kategori SMP yang mencapai 53 peserta.
Kompetisi tersebut juga memanfaatkan platform istyping.com, perangkat lunak hasil inovasi guru dan siswa SMK TI Bali Global Singaraja. Platform tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran mengetik menggunakan teknik 10 jari secara interaktif.
“Jadi guru bisa memanajemen kelas di sana, siswa juga bisa beraktivitas pembelajaran di sana berlatih, kemudian guru bisa memberikan target-target pelatihan sesuai dengan target yang harus dikuasai,” ucapnya.
Widi mengatakan kemampuan mengetik 10 jari memiliki manfaat dalam mendukung aktivitas belajar maupun pekerjaan. Teknik tersebut memungkinkan seseorang menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, menghemat waktu, meningkatkan akurasi tulisan serta mengurangi kebiasaan terlalu sering melihat keyboard.
“Keunggulan bisa mengetik 10 jari membuat pekerjaan lebih cepat selesai, menghemat banyak waktu, meningkatkan akurasi tulisan, serta menjaga tubuh tetap santai karena tidak perlu terus-menerus melihat ke arah keyboard,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus mendapat ruang sehingga mampu mendorong pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi dan komputer. Para peserta juga diharapkan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi mampu menerapkan teknik mengetik 10 jari secara optimal dengan menggunakan seluruh jari tangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....