Dermaga II Gilimanuk Ditutup, ASDP Atur Ulang Operasi Kapal

  • 21 Agt 2026 17:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Aktivitas sandar kapal di Dermaga II atau MB II Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, dihentikan sementara mulai Jumat, 21 Agustus 2026. Penutupan dilakukan seiring dimulainya proyek peningkatan kapasitas dermaga yang ditargetkan rampung sebelum periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Penghentian operasional tersebut ditandai dengan pembongkaran struktur Dermaga II. Selama pekerjaan berlangsung, kapal yang biasanya menggunakan dermaga tersebut akan dialihkan ke fasilitas lainnya dengan pola operasi yang telah disiapkan ASDP.

Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengatakan persiapan rekayasa operasional telah dilakukan sebelum penutupan dermaga. Salah satunya melalui rapat perencanaan pola operasi dan penjadwalan kapal lintasan Ketapang–Gilimanuk pada Kamis, 20 Agustus 2026.

“Pada 20 Agustus 2026 kami melaksanakan perencanaan pola operasi dan penjadwalan kapal lintasan Ketapang–Gilimanuk selama Dermaga MB II Gilimanuk ditutup,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut Bintang, peningkatan kapasitas Dermaga II menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pelabuhan untuk mendukung kelancaran angkutan, khususnya kendaraan barang dengan tonase besar.

Kapasitas dermaga nantinya ditingkatkan dari sebelumnya 20 ton menjadi 50 ton. Dengan peningkatan tersebut, Dermaga MB II diharapkan dapat melayani proses bongkar muat kendaraan angkutan barang berukuran besar yang selama ini memiliki keterbatasan dalam penggunaan dermaga.

“Kapasitas dermaga ditingkatkan dari 20 ton menjadi 50 ton sehingga nantinya dapat melayani proses muat dan bongkar truk-truk besar yang sebelumnya hanya bisa menggunakan dermaga LCM,” jelasnya.

Selama proyek berlangsung, ASDP menerapkan pola operasi khusus dengan mengoptimalkan penggunaan dermaga lainnya. Distribusi aktivitas bongkar muat kapal juga diatur agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan dan arus kendaraan dapat dikendalikan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan maupun antrean panjang di kawasan Pelabuhan Gilimanuk selama Dermaga II belum dapat digunakan.

Bintang berharap pekerjaan peningkatan kapasitas dermaga dapat diselesaikan sesuai jadwal. Dengan demikian, Dermaga MB II dapat kembali dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan penyeberangan pada masa angkutan Nataru.

“Distribusi bongkar muat dimaksimalkan ke dermaga lain dengan pola operasi khusus. Kami berharap pengerjaan selesai sesuai target sehingga Dermaga MB II dapat kembali beroperasi saat Nataru untuk mendukung kelancaran mobilitas Bali–Jawa,” katanya.

ASDP memastikan penyesuaian pola operasi akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, keselamatan pelayaran, serta kelancaran pergerakan pengguna jasa di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....