Gelungan Denbukit Dikembangkan, Identitas Rama–Sinta Khas Buleleng
- 21 Agt 2026 20:45 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Memperkuat identitas seni pertunjukan Bali Utara dilakukan melalui inovasi yang tetap berpijak pada budaya lokal. Salah satunya melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) “Gelungan Denbukit: Pengembangan Desain Pakaian Rama–Sinta dalam Tarian Cak Manik Uttara, Buleleng, Bali.”
Program ini tidak sekadar menghadirkan pembaruan pada pakaian dan gelungan tokoh Rama–Sinta. Pengembangan desain diarahkan untuk menggali karakter visual Denbukit dan menerapkannya dalam kebutuhan pertunjukan, sehingga identitas budaya Buleleng tetap terlihat dalam karya seni yang dikembangkan.
Anggota tim pelaksana, Desak Nyoman Sri Werastuti, mengatakan inovasi desain dilakukan dengan tetap memperhatikan karakter tokoh, estetika, kebutuhan pertunjukan, serta unsur budaya Bali Utara. Menurutnya, desain pakaian dan gelungan memiliki peran penting dalam memperkuat karakter Rama–Sinta ketika ditampilkan di atas panggung.
“Pengembangan desain pakaian dan gelungan Rama–Sinta ini tidak hanya melihat aspek visual, tetapi juga karakter tokoh dan kebutuhan pertunjukan. Kami ingin unsur budaya lokal Buleleng tetap terlihat sehingga desain yang dihasilkan memiliki identitas yang kuat,” ujarnya Jumat, 21 Agustus 2026.
Konsep Gelungan Denbukit kemudian menjadi bagian penting dalam proses pengembangan tersebut. Elemen visual yang berkaitan dengan karakter budaya Denbukit diolah menjadi bagian dari desain pakaian dan gelungan, dengan tetap mempertahankan keterkaitannya dengan estetika seni pertunjukan Bali.
Pengembangan ini juga menempatkan tradisi dan inovasi dalam satu ruang kreatif. Pembaruan desain tidak diarahkan untuk menghilangkan nilai tradisi, melainkan memberikan bentuk pengembangan baru agar seni pertunjukan tetap dapat diterima dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Program tersebut dilaksanakan oleh tim dengan Langen Bronto Sutrisno sebagai ketua pelaksana serta Desak Nyoman Sri Werastuti, I Dewa Ayu Made Budhyani, dan Luh Sri Surya Wisma Jayanti sebagai anggota. Pelaksanaan program mengacu pada Kontrak Induk Nomor 253/C3/DT.05.00/PISN/2026 tanggal 13 April 2026 dan Kontrak Turunan Nomor 320/UN48.16/PM.01.01/2026 tanggal 14 April 2026.
Werastuti menambahkan, pengembangan desain diharapkan tidak berhenti pada hasil kostum semata. Program tersebut juga diharapkan dapat membuka ruang kreativitas bagi seniman dan generasi muda untuk mengembangkan seni tradisi dengan pendekatan yang lebih inovatif tanpa kehilangan akar budayanya.
“Kami berharap pengembangan ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan seni tradisi di Buleleng. Tradisi tetap menjadi dasar, tetapi kreativitas dan inovasi harus terus diberi ruang agar seni pertunjukan dapat berkembang,” katanya.
Melalui Gelungan Denbukit, pengembangan pakaian dan gelungan Rama–Sinta diarahkan untuk memperkuat identitas visual Tarian Cak Manik Uttara. Inovasi tersebut sekaligus menjadi upaya menghadirkan karakter budaya Denbukit dalam bentuk seni pertunjukan yang lebih berkembang.
Program ini menjadi salah satu contoh bahwa pelestarian budaya tidak selalu berarti mempertahankan bentuk lama tanpa perubahan. Dengan tetap menjadikan budaya lokal sebagai pijakan, inovasi desain dapat menjadi jalan untuk menjaga seni tradisi Buleleng tetap memiliki karakter sekaligus ruang berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....