Refleksi HUT ke-81 RI, FKUB Buleleng Tekankan Pentingnya Jaga Kerukunan
- 17 Agt 2026 10:37 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi saat yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk merenungkan kembali perjalanan panjang dalam merajut persatuan di tengah keberagaman. Di era modern yang sarat dengan arus digitalisasi dan keterbukaan informasi, tantangan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antargolongan dinilai semakin kompleks.
Menanggapi dinamika sosial tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng, Dr. Drs. I Gede Made Metera, M.Si., menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk memperkuat kembali fondasi kebangsaan.
"Berkaitan dengan peringatan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus tahun 2026 ini, kita sebagai bangsa yang majemuk, baik dari sisi asal daerah, karena kita memiliki lebih dari 17.000 pulau, juga berbagai suku bangsa dengan bahasa daerah yang berbeda-beda. Tetapi dalam kemajemukan itu kita harus tetap menjaga kerukunan. Kemajemukan di satu sisi akan merupakan tantangan apabila kita terlalu fanatik kepada identitas-identitas lokal itu,” ucap Dr. Gde Made Metera usai upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurutnya, kemerdekaan yang diraih para pendahulu bangsa merupakan hasil dari perjuangan lintas kelompok yang menepis segala perbedaan demi satu tujuan, yakni Indonesia.
“Apabila kemajemukan itu kita rawat, persatuan kita wariskan mulai dari tingkat rumah tangga, kemudian di lembaga pendidikan, dan di masyarakat, maka tantangan yang berpotensi menyebabkan perpecahan akan bisa diatasi. Kita harus sadar bahwa leluhur kita sudah mewariskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, jadi itulah yang perlu terus kita wariskan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Gde Made Metera menyoroti bahwa merawat kerukunan di era modern tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan konvensional semata. FKUB terus mendorong pendekatan dialogis yang melibatkan generasi muda, tokoh lintas agama, serta pemanfaatan ruang-ruang publik digital secara bijak untuk menyuarakan pesan perdamaian.
Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat senantiasa waspada terhadap berbagai bentuk provokasi digital yang kerap menyusup di tengah agenda-agenda nasional. Semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila dinilai sebagai benteng pertahanan utama yang harus dihidupkan kembali dalam keseharian masyarakat modern.
Peringatan kemerdekaan tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan momentum pemersatu bangsa untuk memperkuat komitmen kebhinekaan di tengah gelombang modernisasi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....