Anggaran Rp4,74 Miliar, Pemkab Buleleng Sulap Jalan Diponegoro Jadi Sentra Kuliner

  • 16 Agt 2026 13:58 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan penataan kawasan perdagangan di Jalan Diponegoro, Singaraja, dengan nilai proyek mencapai Rp4,74 miliar. Penataan ini tidak hanya menyasar wajah kawasan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk pusat kuliner malam yang lebih teratur dan nyaman bagi masyarakat.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan proses lelang pekerjaan telah selesai dan proyek dimenangkan CV Cadudasa Pratana. Pekerjaan dijadwalkan dimulai Agustus 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan.

“Pekerjaan kita harapkan segera dimulai Agustus ini. Dengan waktu pelaksanaan sekitar empat bulan, targetnya bisa rampung pada pertengahan Desember,” ujar Sutjidra, Jumat 14 Agustus 2026.

Ruang lingkup penataan membentang dari Jalan Diponegoro hingga simpang Jalan Sawo. Pemerintah akan membangun pedestrian, menambah ornamen dan penerangan dekoratif, serta membenahi saluran pembuangan limbah pasar yang selama ini menjadi salah satu persoalan di kawasan tersebut.

Sutjidra menilai pembenahan sanitasi penting dilakukan bersamaan dengan penataan fisik. Sistem pembuangan yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi persoalan limbah dan bau, sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih bersih.

Di sisi lain, Jalan Diponegoro akan diarahkan menjadi lokasi terpusat bagi aktivitas kuliner malam. Pelaku food truck dan usaha kuliner yang sebelumnya berjualan di sejumlah titik akan ditata dan dikonsentrasikan di kawasan tersebut.

Aktivitas kuliner direncanakan berlangsung setiap sore hingga malam, mulai pukul 17.00 sampai 23.00 WITA. Pemkab Buleleng juga menyiapkan dukungan berupa jaringan listrik dan akses air bagi pelaku usaha.

“Kita ingin aktivitas kuliner malam lebih terpusat dan tertata. Dengan begitu, masyarakat punya kawasan khusus untuk menikmati kuliner, sementara aktivitas perdagangan di sekitar tetap berjalan,” kata Sutjidra.

Untuk menjaga keberagaman pilihan kuliner, pemerintah akan melakukan kurasi terhadap pelaku usaha yang nantinya berjualan di kawasan tersebut. Dengan demikian, menu yang ditawarkan tidak hanya terpusat pada jenis makanan tertentu.

Penataan juga membutuhkan dukungan pemilik toko di sepanjang Jalan Diponegoro. Pihaknya mengajak pemilik usaha memperbaiki kebersihan dan tampilan bangunan agar sejalan dengan konsep penataan kawasan.

Selain itu, pemerintah merencanakan penataan jaringan utilitas, termasuk pemasangan kabel listrik bawah tanah. Langkah tersebut diharapkan membuat kawasan perdagangan lebih tertib secara visual dan mendukung perubahan wajah pusat Kota Singaraja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....