Jembatan Garuda Lokapaksa–Ringdikit Diresmikan, Pangdam Minta Warga Jaga Bersama

  • 14 Agt 2026 06:27 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Akses warga Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, kini semakin terbuka setelah Jembatan Garuda resmi diresmikan, Kamis, 13 Agustus 2026. Jembatan gantung sepanjang sekitar 60 meter tersebut dibangun untuk menghubungkan dua desa yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses penyeberangan darat.

Peresmian berlangsung di Banjar Dinas Bukit Sakti, Desa Lokapaksa, sekitar pukul 11.55 WITA. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan jembatan tersebut melalui penandatanganan prasasti, setelah sebelumnya bersama jajaran mengikuti video conference dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat terkait.

Jembatan ini memiliki bentangan sungai sekitar 50 meter dan menjadi akses penting bagi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Kehadiran jembatan diharapkan memudahkan mobilitas warga Desa Lokapaksa dan Ringdikit, terutama siswa-siswi SD Negeri 5 Ringdikit yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Sebelum peresmian, Pangdam IX/Udayana bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.33 WITA. Kegiatan juga dihadiri Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Lokapaksa dan Ringdikit.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto meresmikan jembatan Garuda. (Foto: Dok. Kodim 1609/Buleleng)

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam IX/Udayana menyampaikan bahwa pembangunan jembatan menjadi bagian dari upaya TNI AD mendukung penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Ia juga meminta warga ikut menjaga kondisi jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu panjang.

“Telah bersama-sama kita mengikuti vicon dengan Presiden RI, Kasad, Kapolri dan jajaran untuk meresmikan jembatan merah putih dan program air bersih yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk mengatasi kesulitan yang selama ini dialami oleh rakyat Indonesia,” ujar Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.

Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga menyangkut kebutuhan sehari-hari masyarakat. Karena itu, perawatan dan pelaporan apabila terjadi kerusakan menjadi bagian penting agar fasilitas tersebut tetap aman digunakan.

“Jembatan ini agar dirawat secara bersama-sama dan jika ada kerusakan agar segera dilaporkan untuk segera diperbaiki. Kita jaga kondusifitas wilayah dengan bekerjasama terhadap seluruh pihak untuk menjaga keamanan wilayah Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali pada umumnya,” ucapnya.

Jembatan Merah Putih yang juga dikenal sebagai Jembatan Perintis atau Jembatan Garuda Merah Putih ini diprakarsai dan dibangun TNI Angkatan Darat melalui Kodam IX/Udayana. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI AD terhadap pembangunan infrastruktur sekaligus pemulihan akses dan mobilitas masyarakat di wilayah yang membutuhkan.

Setelah peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sembako dan foto bersama. Pangdam IX/Udayana beserta rombongan kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.30 WITA, sementara seluruh rangkaian kegiatan berakhir dalam kondisi tertib, aman, dan lancar.

Dengan tersambungnya akses Lokapaksa dan Ringdikit, jembatan tersebut kini menjadi fasilitas penting bagi aktivitas masyarakat di kedua desa. Warga diharapkan tidak hanya memanfaatkan jembatan, tetapi juga menjaga dan merawatnya bersama agar tetap dapat digunakan dengan aman untuk kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....