Guru SMPN 1 Gerokgak Dibekali Metaverse dan Pencegahan Pernikahan Dini
- 13 Agt 2026 14:44 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam mencegah pernikahan dini dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di SMP Negeri 1 Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 4–6 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh guru sebagai peserta.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMP Negeri 1 Gerokgak, Ida Bagus Sudita Oka, S.Pd., Kamis 13 Agustus 2026 dan mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai menjawab tantangan pendidikan di era digital. "Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini di lingkungan sekolah," ujarnya.
Program ini didanai oleh Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Tujuan program ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi Metaverse/Virtual Reality (VR-360) sebagai media pembelajaran inovatif, sekaligus memperkuat kemampuan guru dalam melakukan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan pernikahan dini serta permasalahan psikososial peserta didik. Program tersebut disusun sebagai solusi atas kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan mendukung perkembangan siswa.
Pada hari pertama, peserta memperoleh pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi digital berbasis Metaverse yang disampaikan oleh I Ketut Andika Pradnyana, S.Pd., M.Pd sebagai narasumber. Peserta memperoleh materi dan praktik pengembangan media pembelajaran berbasis immersive learning agar proses belajar menjadi lebih interaktif dan menarik.
Sementara itu, Ketua Tim PkM Bdn. Luh Yenny Armayanti, S.ST., M.Biomed. memberikan pelatihan mengenai pencegahan pernikahan dini dan penguatan peran guru dalam mendeteksi permasalahan psikososial siswa. "Guru memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan mampu mencegah terjadinya pernikahan dini melalui edukasi dan pendampingan kepada peserta didik," katanya.
Tim PkM Undiksha terdiri atas Bdn. Luh Yenny Armayanti, S.ST., M.Biomed. sebagai ketua, Dr. phil. Dessy Seri Wahyuni, S.Kom., M.Eng., dan Dr. Ni Komang Sulyastini, S.ST., M.Pd. sebagai anggota. Melalui kolaborasi multidisiplin tersebut, program menghasilkan pelatihan teknologi pembelajaran berbasis Metaverse, penguatan kapasitas guru dalam penanganan pernikahan dini, serta pendampingan penyusunan prosedur penanganan kasus di sekolah.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi teori, praktik, diskusi, dan pendampingan yang diarahkan agar guru mampu mengintegrasikan teknologi Metaverse ke dalam pembelajaran sekaligus meningkatkan sensitivitas terhadap persoalan psikososial peserta didik. Luaran program tidak hanya berupa peningkatan kompetensi guru, tetapi juga penyusunan media pembelajaran berbasis Metaverse, prosedur operasional standar (POS) penanganan pernikahan dini dan krisis psikososial, serta penguatan program kampanye kesehatan mental di sekolah.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan pernikahan dini dan penguatan kesehatan mental remaja, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....