Wall Internasional Buleleng Diproyeksikan Angkat Sport Tourism Bali Utara
- 08 Agt 2026 10:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kabupaten Buleleng diproyeksikan memiliki destinasi sport tourism baru melalui pembangunan wall panjat tebing bertaraf internasional. Fasilitas olahraga tersebut tidak hanya disiapkan untuk mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet panjat tebing, tetapi juga diarahkan menjadi daya tarik wisata olahraga di Bali Utara. Gagasan ini mendapat dukungan Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Bali, Putu Yudi Atmika, dan Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Putu Yudi Atmika mengatakan pembangunan wall panjat tebing di Buleleng merupakan momentum untuk menggabungkan olahraga dengan potensi pariwisata daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki karakter alam yang berbeda dengan kawasan Bali Selatan, sehingga keberadaan fasilitas olahraga bertaraf internasional dapat dikembangkan secara lebih menarik. Wall tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga bagian dari ekosistem pariwisata yang mampu mendatangkan wisatawan.
| Baca juga: Defisit APBD Buleleng Capai 272 Miliar |
Ia menilai potensi alam Buleleng, mulai dari kawasan perbukitan hingga wilayah persawahan dan pantai, menjadi modal penting untuk mengembangkan konsep tersebut. Keberadaan wall dengan latar alam yang khas dinilai dapat memberikan pengalaman berbeda bagi atlet maupun wisatawan yang datang. "Itulah yang kami harapkan, pembangunan panjat tebing di Buleleng ini tidak hanya sekadar dibangun untuk kejuaraan, tapi bisa mendukung sport tourism. Sehingga nantinya tempat ini bisa tumbuh sebagai bagian daripada lingkungan tata ruang yang bisa mendukung turis itu sendiri," ujarnya.
Konsep sport tourism tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan pembangunan fasilitas panjat tebing ini sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan iklim pariwisata yang berkolaborasi dengan sektor olahraga. Selain meningkatkan kualitas pembinaan atlet, venue tersebut diharapkan mampu membuka peluang Buleleng menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan panjat tebing berskala internasional.
Gede Supriatna menjelaskan Buleleng memiliki sejumlah pilihan lokasi yang secara visual maupun lingkungan berpotensi mendukung pembangunan venue. Namun, pemerintah tetap mempertimbangkan aspek aksesibilitas, kedekatan dengan fasilitas akomodasi, serta kemudahan atlet dalam melakukan latihan. "Tujuannya selain untuk meningkatkan prestasi panjat tebing di Bali khususnya di Buleleng, juga supaya kejuaraan dunia atau seri World Series panjat tebing itu bisa terlaksana di Bali, khususnya di Buleleng. Ini juga tidak terlepas dari kita di Buleleng dan Pak Gubernur membangun sebuah iklim pariwisata yang berkolaborasi dengan olahraga lewat sport tourism," katanya.
Menurut Supriatna, pengembangan sport tourism tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pertandingan. Kehadiran venue internasional diharapkan dapat meningkatkan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk berlatih panjat tebing. Dengan akses yang mudah dan dukungan kawasan pariwisata, fasilitas tersebut juga berpeluang menjadi ruang olahraga sekaligus destinasi yang dikunjungi masyarakat dan wisatawan.
Salah satu lokasi yang tengah dipertimbangkan adalah kawasan Ruang Terbuka Hijau Banyuasri, Singaraja. Kawasan tersebut dinilai memiliki sejumlah keunggulan karena berada di wilayah perkotaan dan memiliki akses yang relatif mudah, sekaligus dekat dengan kawasan wisata Lovina serta sejumlah destinasi lainnya. Pemerintah juga mempertimbangkan panorama alam Buleleng sebagai bagian dari daya tarik venue apabila nantinya digunakan untuk kejuaraan berskala internasional.
Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Buleleng sebagai salah satu pusat olahraga dan pariwisata di Bali Utara. Kehadiran wall panjat tebing bertaraf internasional juga dinilai dapat memberikan efek berantai terhadap sektor akomodasi, UMKM, transportasi, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, investasi fasilitas olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi atlet, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan pariwisata bagi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....