BI Bali Perkuat Distribusi Pangan Antisipasi Dampak El Nino 2026

  • 06 Agt 2026 10:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkuat distribusi pangan melalui optimalisasi peran perusahaan umum daerah (Perumda) sebagai langkah mengantisipasi dampak El Nino 2026 terhadap produksi pertanian dan pengendalian inflasi di Pulau Dewata.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengatakan ketidakpastian cuaca akibat potensi El Nino kuat berisiko memengaruhi produksi pertanian. Karena itu, BI mendorong Perumda pangan tidak hanya memperkuat distribusi komoditas, tetapi juga mengoptimalkan kerja sama antardaerah agar pasokan pangan tetap terjaga.

"Ketidakpastian cuaca yang disertai potensi El Nino kuat dapat memengaruhi produksi pertanian. Karena itu, peran Perumda pangan perlu diperkuat untuk menjaga distribusi dan ketersediaan pasokan di setiap daerah," ujar Achris Sarwani.

Sejumlah kerja sama distribusi pangan telah dilakukan, di antaranya antara Perumda Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung dengan Perumda Swatantra Kabupaten Buleleng dan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar. Selain itu, terdapat kerja sama penyediaan pangan strategis antara Rumah Tani Nusantara dengan Perumda Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung.

BI Bali juga terus memperkuat sinergi bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melalui strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif untuk menjaga stabilitas inflasi di tengah ancaman perubahan iklim.

"Melalui penguatan sinergi dan kerja sama antardaerah, kami berharap pasokan pangan tetap terjaga sehingga risiko inflasi akibat gangguan produksi dapat diminimalkan," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pada Juli 2026 Bali mengalami deflasi sebesar 0,51 persen secara bulanan setelah pada Juni mencatat inflasi 0,71 persen. Sementara inflasi tahunan menurun dari 3,27 persen menjadi 2,42 persen, didorong periode panen sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang merah dan aneka cabai. Di sisi lain, BMKG menyatakan El Nino 2026 telah memasuki kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat sehingga berisiko memicu musim kemarau yang lebih panjang, termasuk di Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....