Kemenag Buleleng Ajak Perkuat Kerukunan Hadapi Tantangan Era Digital
- 04 Agt 2026 21:38 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pesatnya perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah derasnya arus informasi yang mudah memengaruhi cara pandang masyarakat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi memperkuat persatuan.
Upaya menjaga harmoni di tengah keberagaman terus dilakukan melalui berbagai program pembinaan yang melibatkan penyuluh lintas agama. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas kehidupan beragama sekaligus menanamkan nilai-nilai moderasi agar masyarakat tetap hidup berdampingan dengan saling menghormati.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan, mengatakan keberagaman merupakan kenyataan yang harus diterima sebagai kekuatan bersama. Menurutnya, agama memiliki peran penting sebagai benteng dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi dan informasi.
"Agama adalah fondasi atau benteng yang harus dikedepankan, terutama di tengah kemajuan teknologi dan informasi yang sangat cepat saat ini. Kami melalui jajaran penyuluh lintas agama senantiasa memberikan bimbingan untuk menjaga kualitas kehidupan beragama tersebut," ujarnya pada Selasa 4 Agustus 2026.
Sumarawan menjelaskan Kementerian Agama memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama, memperkuat pendidikan keagamaan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Karena itu, pembinaan kepada masyarakat terus dilakukan agar semangat toleransi dan moderasi beragama semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menggambarkan pentingnya menjaga keharmonisan, ia mengibaratkan kerukunan seperti sebuah rumah yang harus dirawat secara berkelanjutan. Menurutnya, kerukunan tidak akan tetap terjaga tanpa adanya kepedulian dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.
"Sama seperti memiliki rumah yang bagus, jika tidak dijaga dan dirawat, maka rumah itu akan menjadi kotor dan tidak terawat. Begitu juga dengan kerukunan; ia harus senantiasa dijaga dan dirawat agar tetap harmonis," katanya.
Ia menegaskan Indonesia merupakan negara yang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, dan agama. Karena itu, setiap perbedaan harus dipandang sebagai kekuatan yang saling melengkapi, bukan menjadi penyebab munculnya perpecahan.
"Kita di Indonesia ditakdirkan untuk berbeda. Mari kita jadikan perbedaan ini untuk saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan. Dengan saling melengkapi, kerukunan akan menjadi lebih kuat," ucapnya.
Menurut Sumarawan, kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Buleleng hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Hal itu didukung oleh tingginya kesadaran masyarakat dalam memelihara toleransi serta peran aktif penyuluh lintas agama yang terus melakukan pembinaan di berbagai wilayah.
Ia menambahkan, kerukunan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, baik yang dipengaruhi perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, maupun dinamika kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, masyarakat akan lebih mudah menghadapi berbagai persoalan apabila tetap menjaga persatuan dan saling menghormati.
"Kerukunan adalah harga mati bagi kita yang hidup dalam perbedaan. Jika kita rukun, kita akan merasa damai dan bahagia. Segala gangguan, tantangan, dan ancaman akan lebih mudah diatasi jika kita bersatu dalam kerukunan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....