Sri Chinmoy Sudaji Trail Fun Run 2026 Angkat Wisata dan Alam Desa Sudaji
- 04 Agt 2026 08:21 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Desa Sudaji, Kabupaten Buleleng, kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang lari bertema lingkungan melalui Sri Chinmoy Sudaji Trail Fun Run 2026 kategori 6 kilometer. Kegiatan yang mengusung tema "Lari di Sawah, Damai di Bumi: Ritual 1.000 Langkah untuk Ibu Pertiwi" ini tidak hanya menghadirkan pengalaman olahraga di tengah alam pedesaan, tetapi juga menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata, pertanian, budaya, dan kelestarian lingkungan Desa Sudaji kepada masyarakat luas. Ajang tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Sudaji sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya di Bali Utara.
Ketua Panitia, Ketut Susana atau yang akrab disapa Sansan, mengatakan kegiatan ini lahir dari semangat untuk melanjutkan gagasan perdamaian dunia yang diperkenalkan oleh tokoh meditasi Sri Chinmoy melalui konsep Dream Peace. Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi media untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan, termasuk melalui aksi nyata mencintai lingkungan. "Ini kita sebenarnya untuk menggugah kembali ide brilian dari beliau, salah satu guru meditasi Sri Chinmoy yang mempunyai Dream Peace. Bagaimana dunia bisa damai secara keseluruhan, dan mimpi itu kami ingin ikut berkontribusi di dalamnya," ujarnya pada Senin, 4 Agustus 2026.
Sansan menjelaskan, penyelenggaraan tahun 2026 menjadi kelanjutan dari lima kali pelaksanaan fun run sebelumnya. Kali ini konsep dikembangkan menjadi Sudaji Peace Trail Fun Run dengan lintasan yang melintasi kawasan persawahan dan alam pedesaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi memperkenalkan keunikan sektor pertanian dan panorama alam Desa Sudaji yang selama ini belum dipromosikan secara maksimal. "Tujuan kita mengenalkan Desa Sudaji, keunikan agriculture-nya, keunikan alamnya yang perlu diketahui oleh banyak peserta. Dengan adanya Peace Trail Fun Run ini akan menjadi hal yang sangat bagus bagi Desa Sudaji ke depannya," katanya.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang menempuh jarak lebih dari 10 kilometer, tahun ini panitia menetapkan kategori utama sejauh 6 kilometer dengan konsep fun run. Pemilihan angka enam juga memiliki makna filosofis sebagai bentuk penghormatan kepada bumi. Panitia ingin menghadirkan pengalaman berlari yang lebih inklusif sekaligus mengajak peserta merenungkan pentingnya menjaga alam. "Sekarang kita cukup melakukannya hanya 6 kilometer sebagai fun run. Angka enam itu secara filosofis kepalanya menghadap ke bumi, seolah-olah ini adalah bentuk penghargaan kita kepada Sang Ibu Pertiwi," ucapnya.
Selain menawarkan lintasan persawahan yang asri, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat posisi Desa Sudaji sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Sansan menyebut Sudaji telah memperoleh berbagai pengakuan sebagai desa wisata sehingga memiliki modal besar untuk terus berkembang. Menurutnya, masa depan desa terletak pada kemampuan menjaga keseimbangan antara alam, pertanian, seni, dan budaya. "Yang kita fokuskan di Sudaji selain kebudayaannya adalah nature-nya. Nature, agriculture, art, dan culture itulah yang menjadi masa depan Desa Sudaji," ujarnya.
Panitia juga memastikan masyarakat lokal akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Pelibatan pelaku UMKM, masyarakat desa, hingga unsur adat diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap kegiatan tersebut. Sansan menegaskan keberhasilan acara tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat setempat. "Poinnya adalah bagaimana kita melibatkan masyarakat setempat, membantu UMKM terlibat langsung, kemudian bagaimana Desa Sudaji sebagai tuan rumah terus menjaga alam, budaya, dan kelestariannya," katanya.
Untuk penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan peserta dari Bali, berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara. Penyelenggaraan akan didukung oleh sumber daya lokal Bali Utara dengan melibatkan mahasiswa dan komunitas sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Sansan berharap ajang ini dapat menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia. "Yang pertama sekali, Sudaji Peace Trail Fun Run ini kami harapkan menjadi sebuah template atau pilot project. Kalau tahun ini sukses, tahun depan akan kami sempurnakan sehingga bisa diterapkan di desa mana pun dan manfaatnya semakin besar bagi masyarakat setempat," ucapnya.
Pendaftaran Sri Chinmoy Sudaji Trail Fun Run 2026 dilakukan secara daring melalui laman resmi panitia dengan sistem pemindaian kode QR yang telah disediakan. Melalui mekanisme tersebut, peserta dapat memperoleh informasi lengkap mengenai tahapan registrasi hingga pelaksanaan lomba. Menutup ajakan kepada masyarakat, Sansan berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, desa adat, hingga masyarakat dapat terus mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. "Kami berharap dengan kekompakan tim, dukungan pemerintah, desa adat, dan masyarakat, kegiatan ini berjalan lancar. Dengan 1.000 langkah kita berlari di persawahan sebagai wujud bakti kepada Ibu Pertiwi. Bagi para pelari yang sedang berada di Bali, silakan mendaftar melalui website kami dan kami berharap dapat bertemu dengan Anda di Sudaji," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....