Lima Perusahaan Jepang Seleksi CPMI Jembrana untuk Program SSW

  • 02 Agt 2026 20:00 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Peluang kerja ke Jepang kembali terbuka bagi masyarakat Kabupaten Jembrana. Sebanyak lima perusahaan asal Jepang menggelar seleksi awal bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui uji keterampilan mengemudi (driving test) yang difasilitasi LPK Fuji Academy di area parkir GOR Kresna Jvara, Minggu, 2 Agustus 2026.

Seleksi tersebut menjadi bagian dari proses rekrutmen tenaga kerja untuk program Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW), yang diperuntukkan bagi tenaga kerja dengan keterampilan khusus sesuai kebutuhan industri di Jepang.

Wakil Direktur Fuji Academy, Yosrizal, mengatakan tahapan yang dilaksanakan merupakan proses penyaringan awal untuk menilai kemampuan teknis dan kesiapan peserta sebelum mengikuti seleksi lanjutan.

"Hari ini peserta mengikuti tes mengemudi yang dinilai langsung oleh lima perusahaan Jepang. Selain itu juga ada tes matematika di GOR Kresna Jvara, sedangkan wawancara akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Jembrana," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 22 peserta mengikuti seleksi tahap pertama. Sebelas di antaranya merupakan peserta binaan hasil kerja sama Fuji Academy dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang saat ini menjalani pelatihan di BLK Jembrana. Sementara 11 peserta lainnya berasal dari luar daerah dan ikut mengikuti proses seleksi yang sama.

Menurut Yosrizal, peserta yang lolos nantinya akan mengikuti pendidikan intensif selama kurang lebih enam bulan. Selama masa pelatihan, mereka dibekali kemampuan bahasa Jepang, mulai dari penguasaan dasar hingga memperoleh sertifikasi JFT-Basic N4 serta sertifikasi kompetensi Specified Skilled Worker sesuai bidang pekerjaan yang akan dijalani.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan, mulai dari tes mengemudi, tes akademik, hingga wawancara, peserta yang dinyatakan lulus akan menandatangani kontrak awal dengan perusahaan. Selanjutnya mereka akan menjalani proses pengurusan dokumen, termasuk Certificate of Eligibility (COE) dan visa kerja sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Sementara itu, Presiden Fuji Academy, Araki, mengaku optimistis dengan kualitas sumber daya manusia asal Jembrana. Ia menyebut perusahaan-perusahaan di Jepang masih membutuhkan tenaga kerja terampil sehingga peluang bagi masyarakat untuk bekerja di negara tersebut masih terbuka lebar.

"Kami melihat potensi masyarakat Jembrana sangat baik. Saat ini masih tersedia banyak kebutuhan tenaga kerja dari Jepang. Kami mengajak masyarakat yang berminat bekerja di Jepang untuk memanfaatkan kesempatan ini," kata Araki.

Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan perusahaan luar negeri dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan bekerja di pasar internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....