UMKM Mangkrak usai Terima KUR, Kredit Macet Jadi Sorotan

  • 31 Jul 2026 11:07 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Maraknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghentikan usahanya setelah memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan mulai memicu meningkatnya kredit bermasalah. Kondisi ini menjadi perhatian karena KUR sejatinya dirancang sebagai instrumen untuk memperkuat kapasitas usaha, bukan sekadar menjadi akses memperoleh pinjaman.

Pendamping UMKM PLUT Singaraja, Eka Pradnyawati, mengatakan persoalan tersebut umumnya terjadi karena sebagian pelaku usaha tidak memiliki komitmen menjalankan usaha secara berkelanjutan. Akibatnya, usaha berhenti di tengah jalan sehingga kemampuan mengembalikan pinjaman ikut terganggu dan berujung pada kredit macet.

"KUR bukan sekadar pinjaman yang harus dicairkan, tetapi modal untuk mengembangkan usaha. Ketika usaha berhenti beroperasi, kemampuan membayar angsuran ikut terganggu dan pada akhirnya memunculkan kredit bermasalah. Karena itu, komitmen pelaku usaha menjadi faktor yang sangat menentukan," ujar Eka Pradnyawati.

Ia menjelaskan, pendampingan kepada pelaku UMKM tidak berhenti setelah proses pengajuan KUR selesai. PLUT Singaraja terus melakukan pembinaan mulai dari penguatan manajemen usaha, pencatatan keuangan, pemasaran, hingga evaluasi perkembangan usaha agar pelaku UMKM mampu menjaga usahanya tetap berjalan dan memenuhi kewajiban pembayaran kredit.

"Pendampingan menjadi bagian penting dari keberhasilan program KUR. Kami terus mendorong pelaku UMKM agar mampu mengelola keuangan dengan baik, melakukan evaluasi usaha secara berkala, serta berani berinovasi sehingga usahanya tetap tumbuh dan kewajiban kepada perbankan dapat dipenuhi tepat waktu," ujarnya.

Kolaborasi antara PLUT Singaraja dan perbankan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembiayaan yang sehat bagi UMKM. Selain memperluas akses permodalan, pendampingan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar pelaku usaha mampu bertahan, berkembang, serta menjaga kualitas kredit sehingga tujuan program KUR sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dapat tercapai secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....