Ngaben Massal Gratis di Jembrana Diminati, Ratusan Krama Ikut Berpartisipasi
- 29 Jul 2026 11:38 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Program Ngaben Massal (Atma Wedana) Gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ratusan peserta dari berbagai kecamatan mengikuti rangkaian upacara yang dipusatkan di Lapangan Desa Adat Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Selasa, 28 Juli 2026 malam.
Program yang menjadi salah satu unggulan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan I Gede Ngurah Patriana Krisna (Kembang-Ipat), itu dinilai mampu meringankan beban biaya masyarakat dalam melaksanakan upacara Pitra Yadnya.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir bersama Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, mengatakan pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh masyarakat dapat melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan tanpa terkendala persoalan biaya.
"Melalui program ini kami ingin membantu masyarakat agar dapat melaksanakan upacara untuk leluhur dengan baik. Tradisi dan budaya tetap terjaga, namun tidak menjadi beban ekonomi bagi keluarga," ujar Bupati Kembang.
Ia menegaskan pelestarian adat istiadat Bali perlu didukung melalui kebijakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, program sosial berbasis budaya akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sejumlah peserta mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Mereka menilai pelaksanaan ngaben secara mandiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga program yang difasilitasi pemerintah mampu mengurangi pengeluaran keluarga hingga belasan bahkan puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, menjelaskan pelaksanaan Ngaben Massal Gratis tahun 2026 dipusatkan di Kecamatan Jembrana, namun pesertanya berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Jembrana.
Menurutnya, lokasi kegiatan digilir setiap tahun agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di masing-masing kecamatan.
"Tahun ini tercatat sebanyak 108 peserta mengikuti prosesi nyekah dan 79 sawa mengikuti prosesi ngelungah. Puncak rangkaian upacara akan dilaksanakan pada Purnama Sasih Karo," katanya.
Selain membantu meringankan biaya pelaksanaan upacara adat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen melanjutkan program serupa sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....