Media Sosial Perlu Diimbangi Aksi Nyata Peduli Sesama Bersama

  • 29 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Media sosial menjadi salah satu sarana tercepat menyebarkan informasi ketika terjadi bencana maupun kecelakaan. Namun, penggunaannya perlu diimbangi dengan aksi nyata agar kepedulian tidak berhenti pada unggahan video atau komentar semata. Pesan tersebut disampaikan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng, Galar dan Juniartini, saat menjadi narasumber Obrolan SPADA RRI Singaraja pada Rabu, 29 Juli 2026. Menurut mereka, media sosial dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat apabila digunakan untuk mempercepat penyebaran informasi sekaligus menggerakkan bantuan kepada korban.

Juniartini menilai media sosial memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, platform digital mampu membantu penyebaran informasi dan penggalangan bantuan. Namun di sisi lain, masih banyak masyarakat yang hanya berhenti pada aktivitas merekam dan mengunggah kejadian tanpa memberikan pertolongan. "Kalau memang belum bisa membantu secara langsung, setidaknya kita bisa menghubungi ambulans atau pihak yang berwenang. Jangan sampai hanya merekam tanpa ada tindakan yang benar-benar membantu korban," ujar Juniartini. Menurutnya, kepedulian akan lebih bermakna apabila disertai langkah nyata sesuai kemampuan masing-masing.

Galar menjelaskan, keberadaan media sosial justru sering membantu relawan memperoleh informasi awal mengenai kejadian bencana maupun kecelakaan. Dari unggahan masyarakat, relawan dapat segera melakukan koordinasi dengan PMI maupun instansi terkait untuk mempercepat proses penanganan. "Sering kali kami pertama kali mengetahui adanya bencana justru dari media sosial. Informasi itu membantu kami melakukan koordinasi agar bantuan bisa segera dikirim ke lokasi," kata Galar. Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap mengutamakan keselamatan korban dibandingkan mengejar konten yang berpotensi melanggar privasi maupun menghambat proses evakuasi.

Kedua relawan juga mengingatkan bahwa aksi kemanusiaan bukan hanya tentang memberikan bantuan materi. Menyampaikan informasi yang benar, menghubungi layanan darurat, hingga bergabung dalam kegiatan donor darah maupun organisasi relawan merupakan bentuk kepedulian yang sama pentingnya. Mereka berharap masyarakat semakin bijak memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan koordinasi, bukan sekadar ruang untuk mencari perhatian atau sensasi ketika terjadi musibah.

Melalui Obrolan SPADA, PMI Buleleng mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan media sosial sebagai jembatan menuju aksi kemanusiaan yang nyata. Dengan memadukan teknologi dan kepedulian sosial, informasi yang tersebar di ruang digital dapat berubah menjadi gerakan bersama untuk membantu sesama. Semangat gotong royong yang diwujudkan melalui tindakan sederhana diyakini mampu mempercepat penanganan korban sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat di tengah berbagai situasi darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....