Sunset di Kebun Bali 2026 Satukan Musik, Budaya, dan Konservasi Alam

  • 28 Jul 2026 13:07 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Festival musik ramah keluarga Sunset di Kebun Series 2026 Presented by Tring! by Pegadaian kembali digelar di Kebun Raya Bali, Bedugul pada Sabtu, 25 Juli 2026. Mengusung konsep yang memadukan hiburan, budaya, edukasi, dan konservasi, festival ini menawarkan pengalaman menikmati pertunjukan musik di tengah sejuknya pegunungan dengan latar panorama Danau Beratan. Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan ruang publik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.

Festival yang diselenggarakan PT Mitra Natura Raya (MNR) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut merupakan bagian dari Sunset di Kebun Series 2026 Presented by Tring! by Pegadaian. Sebagai mitra BRIN dalam pengelolaan Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali, PT Mitra Natura Raya terus mengembangkan konsep festival berbasis ruang terbuka hijau. Melalui pendekatan tersebut, musik, budaya, ekonomi kreatif, dan pesan konservasi dipadukan dalam satu pengalaman yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.

Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menegaskan bahwa penyelenggaraan Sunset di Kebun tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga membawa misi edukasi lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, keberadaan Kebun Raya sebagai kawasan konservasi harus diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat dan relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, festival ini menjadi media untuk menghubungkan hiburan dengan upaya pelestarian alam.

"Sebagai pengelola Kebun Raya, kami membawa tanggung jawab untuk menjaga sekaligus memperkenalkan nilai konservasi kepada masyarakat. Sunset di Kebun menjadi cara kami menghadirkan pesan tersebut melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, yaitu melalui musik, budaya, dan pengalaman langsung di alam. Pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga diajak mengenal pentingnya konservasi tumbuhan serta menikmati suasana Kebun Raya yang menjadi identitas utama setiap penyelenggaraan," ujarnya.

Berbeda dari penyelenggaraan di kota lain, Sunset di Kebun Bali menghadirkan suasana khas pegunungan tropis dengan panggung utama bertema Tropical Rainforest. Desain panggung memadukan koleksi tanaman Begonia yang menjadi ikon Kebun Raya Bali dengan ornamen kain poleng sebagai simbol harmoni antara manusia dan alam. Festival ini juga menghadirkan penampilan musisi nasional seperti Hindia, .Feast, dan Nadin Amizah, serta memberikan ruang bagi musisi lokal Bali melalui program Eksplorasi Musik.

Selain konser musik, pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas edukatif dan rekreatif melalui program Natura, Kultura, Sunset Market, Kiddieland, hingga area kuliner. Program Natura menghadirkan berbagai lokakarya kreatif seperti Kokedama Hoya, Pot Painting, Flower Bouquet, Envelope Flower Bouquet, Beads Belt Chain, dan kelas meracik parfum. Sementara itu, program Kultura menjadi wadah kolaborasi bersama komunitas dan sanggar seni lokal Bali untuk memperkuat apresiasi terhadap seni dan budaya daerah.

Komitmen terhadap konservasi juga diwujudkan melalui program Plant Heroes 2026 yang mengangkat tanaman Hoya sebagai tanaman inspiratif tahun ini. Pengunjung diajak mengenal kekayaan flora Indonesia sekaligus memahami pentingnya pelestarian tumbuhan, baik di habitat alaminya maupun melalui konservasi ex-situ di Kebun Raya. Di sisi lain, berbagai program ramah lingkungan seperti Lesstari, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah festival, hingga gerakan Bike to Sunset turut diterapkan untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan dan mengurangi emisi karbon.

General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, mengatakan bahwa Sunset di Kebun terus dikembangkan sebagai festival yang menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi masyarakat. Menurutnya, festival ini menjadi ruang pertemuan berbagai elemen, mulai dari keluarga, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga musisi nasional dan lokal. Dengan konsep tersebut, penyelenggara berharap masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang bermakna.

"Sunset di Kebun bukan sekadar tempat menikmati musik. Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan keluarga, komunitas kreatif, pelaku UMKM, musisi, dan masyarakat dalam pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan. Festival ini menjadi ruang untuk merayakan musik, budaya, kreativitas, dan kebersamaan," katanya.

Penyelenggara mencatat antusiasme masyarakat terhadap Sunset di Kebun terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, rangkaian festival ini berhasil digelar di enam lokasi dengan total 52.439 pengunjung dan meraih Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 5,17, yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan pengunjung. Di Bali sendiri, mayoritas pembeli tiket merupakan perempuan dengan rentang usia produktif 22–28 tahun, didominasi berasal dari Denpasar dan Badung. Melalui kolaborasi bersama Tring! by Pegadaian, penyelenggara berharap Sunset di Kebun Series 2026 semakin memperkuat posisinya sebagai festival musik keluarga yang menggabungkan hiburan, budaya, edukasi, konservasi, dan ekonomi kreatif dalam satu pengalaman yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....