Usai Tragedi di Tabanan, Pemkab Buleleng Dampingi Keluarga Korban Pengeroyokan
- 28 Jul 2026 08:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Sosial P3A memberikan pendampingan kepada keluarga korban pengeroyokan yang meninggal dunia di Kabupaten Tabanan. Pendampingan dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah sekaligus memastikan kebutuhan sosial dan pendidikan keluarga korban tetap terpenuhi.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, bersama jajaran mengunjungi rumah duka di Banjar Dinas Delod Pura, Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Sabtu 25 Juli 2026. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Buleleng agar pemerintah hadir secara langsung melihat kondisi keluarga korban serta menyiapkan langkah penanganan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Korban berinisial KD diketahui meninggal dunia akibat pengeroyokan massa yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat 24 Juli 2026 dini hari. Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, peristiwa bermula saat korban diduga melakukan pencurian ayam aduan sebelum akhirnya diamuk massa hingga meninggal dunia. Sepeda motor milik korban juga dilaporkan dirusak dan dibakar.
Almarhum merupakan tulang punggung keluarga yang meninggalkan seorang istri serta tiga anak yang masih bersekolah. Hasil asesmen Dinsos P3A menunjukkan keluarga korban telah terdaftar sebagai penerima JKN-KIS PBI dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Sembako) serta masuk Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan pemerintah daerah akan mengoptimalkan berbagai bentuk intervensi agar keberlangsungan hidup keluarga korban tetap terjamin, terutama untuk pendidikan ketiga anak yang ditinggalkan.
"Kami akan mengupayakan berbagai bentuk bantuan agar kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi, terutama memastikan ketiga anak korban tetap memperoleh akses pendidikan dan pendampingan sosial," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan mendorong ketiga anak korban memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Selain itu, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Buleleng akan memfasilitasi akses Program Indonesia Pintar (PIP) sesuai ketentuan yang berlaku.
Dinsos P3A juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan pakaian layak pakai kepada keluarga korban. Pendampingan psikososial terhadap anak-anak korban akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari perlindungan sosial.
Sementara itu, Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, menyatakan kasus tersebut sepenuhnya telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng yang hadir memberikan dukungan kepada keluarga korban.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng atas perhatian yang diberikan. Kami berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik," katanya.
Melalui langkah cepat tersebut, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan dan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami musibah, khususnya keluarga rentan yang membutuhkan dukungan sosial secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....