Simulasi Bencana Bekal Penting Generasi Muda Hadapi Risiko
- 24 Jul 2026 12:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Edukasi kebencanaan melalui simulasi dinilai menjadi langkah penting dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi situasi darurat. Simulasi tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai prosedur penyelamatan diri, tetapi juga melatih kemampuan mengambil keputusan saat terjadi bencana. Hal tersebut disampaikan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng, Andika Pratama dan Putu Agus Arya Saputra, dalam Obrolan SPADA RRI Singaraja, Rabu, 22 Juli 2026. Keduanya menilai kegiatan simulasi perlu terus diperluas agar semakin banyak anak muda memiliki bekal menghadapi berbagai potensi bencana.
Andika menjelaskan PMI secara rutin memberikan edukasi kebencanaan di sekolah maupun kampus melalui simulasi, khususnya mengenai penanganan gempa bumi. Kegiatan tersebut diawali dengan penyampaian materi dasar sebelum peserta mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri. Meski demikian, ia mengakui antusiasme peserta masih beragam. "Kadang ada yang semangat mengikuti simulasi, tetapi ada juga yang merasa kegiatan seperti ini tidak penting. Padahal simulasi justru mengajarkan bagaimana menyelamatkan diri saat bencana benar-benar terjadi," ujar Andika.
Selain memberikan materi di ruang kelas, PMI juga melatih peserta untuk mengenali jalur evakuasi, titik kumpul, hingga langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Agus Arya mengatakan pelatihan tersebut menjadi bekal penting karena setiap jenis bencana memiliki prosedur penanganan yang berbeda. Menurutnya, kemampuan tersebut tidak akan dimiliki apabila seseorang tidak pernah mengikuti edukasi maupun simulasi kebencanaan. Oleh karena itu, ia mengajak para pelajar memanfaatkan kesempatan ketika sekolah menghadirkan pelatihan dari PMI.
Di sisi lain, Agus Arya menilai media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas edukasi kebencanaan kepada generasi muda. Melalui konten yang menarik dan mudah dipahami, informasi mengenai mitigasi bencana dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. "Hal kecil yang bisa dilakukan anak muda sekarang adalah membagikan informasi tentang kebencanaan melalui media sosial supaya semakin banyak orang tahu cara mencegah dan menghadapi bencana," ucap Agus Arya. Menurutnya, penyebaran informasi yang tepat akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan.
PMI Kabupaten Buleleng berharap edukasi kebencanaan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran yang berkelanjutan. Dengan semakin banyak anak muda mengikuti simulasi dan memahami langkah penyelamatan diri, diharapkan risiko korban saat terjadi bencana dapat diminimalkan. Kesiapsiagaan, menurut PMI, merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun sejak dini melalui pengetahuan, latihan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....