Kepedulian Anak Muda Jadi Kunci Tangguh Hadapi Bencana

  • 24 Jul 2026 13:00 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kesadaran generasi muda terhadap kebencanaan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Tidak hanya saat bencana terjadi, kepedulian juga perlu ditumbuhkan melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut disampaikan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng, Andika Pratama dan Putu Agus Arya Saputra, saat mengisi Obrolan SPADA RRI Singaraja, Rabu, 22 Juli 2026. Menurut keduanya, kepedulian tidak muncul secara instan, tetapi harus dibentuk sejak dini melalui pendidikan, keteladanan, dan pengalaman di lingkungan sekitar.

Andika mengatakan kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan di rumah maupun sekolah. Kebiasaan membantu orang tua, menghargai lingkungan, hingga mau terlibat dalam kegiatan sosial menjadi langkah awal membentuk karakter peduli. Namun, ia mengakui masih banyak anak muda yang belum menaruh perhatian terhadap isu kebencanaan. "Kalau melihat kondisi sekarang, memang masih ada generasi muda yang peduli dengan keadaan sekitarnya, tetapi ada juga yang masih acuh dan menganggap edukasi kebencanaan itu tidak terlalu penting," ujar Andika. Menurutnya, pola pikir tersebut perlu diubah karena bencana dapat terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi.

Senada dengan itu, Agus Arya menilai kepedulian terhadap kebencanaan tidak selalu diwujudkan dengan turun langsung saat terjadi bencana. Menurutnya, tindakan pencegahan justru memiliki peran yang jauh lebih besar, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, hingga ikut mengingatkan orang lain untuk menjaga keselamatan bersama. Ia menilai masih ada anggapan bahwa penanganan bencana sepenuhnya menjadi tanggung jawab petugas, padahal masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi risiko sebelum bencana terjadi. Kesadaran tersebut, menurutnya, perlu dibangun secara bersama-sama agar budaya peduli semakin kuat di tengah masyarakat.

Selain itu, Andika menjelaskan bahwa PMI terus berupaya menumbuhkan jiwa kemanusiaan generasi muda melalui berbagai kegiatan kerelawanan dan edukasi kebencanaan. Menurutnya, menjadi relawan bukan hanya soal membantu korban saat terjadi musibah, tetapi juga membangun karakter yang peduli terhadap sesama. "Kita sebagai generasi muda harus terus bergerak. Kepedulian kepada sesama bukan selalu soal bantuan besar, tetapi bagaimana kita mau peduli dan menjadi manfaat bagi orang lain," kata Andika. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

PMI Kabupaten Buleleng berharap semakin banyak anak muda yang berani mengambil peran dalam membangun budaya siaga bencana. Kepedulian dapat dimulai dari tindakan kecil, seperti mengikuti edukasi kebencanaan, menjaga lingkungan, maupun bergabung dalam organisasi kerelawanan. Dengan semakin banyak generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan, masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus mampu memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....