Titik Nol Singaraja Bersih Berawal Dari Kesadaran Seluruh Masyarakat

  • 24 Jul 2026 11:46 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Titik Nol Singaraja kini menjadi salah satu ruang publik baru yang ramai dikunjungi masyarakat. Kawasan yang menghadirkan ruang rekreasi, area bermain, hingga lokasi bagi pelaku UMKM ini menjadi wajah baru Kota Singaraja. Namun, di balik antusiasme masyarakat, kawasan tersebut sempat menjadi sorotan setelah viral akibat sampah yang berserakan. Kondisi itu memunculkan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar kebersihan kawasan tetap terjaga. Hal tersebut dibahas dalam Obrolan SPADA RRI Singaraja bersama Anggota Paguyuban Green Youth Bali, Widya, Jumat, 24 Juli 2026.

Widya menilai menjaga kebersihan Titik Nol Singaraja bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah ataupun komunitas lingkungan, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah telah menyediakan fasilitas yang nyaman, sementara para pedagang turut berinisiatif menyediakan tempat sampah pribadi bagi pengunjung meski tempat sampah umum belum tersedia. "Aku melihat sudah ada kebudayaan dan kebiasaan yang sangat baik dari masyarakat Kota Singaraja. Bahkan ada pengunjung yang mengantongi sampahnya sendiri karena belum menemukan tempat sampah," ujar Widya. Ia menilai kebiasaan tersebut menjadi tanda bahwa kesadaran masyarakat mulai tumbuh untuk menjaga ruang publik bersama.

Meski demikian, Widya mengakui masih ditemukan sebagian kecil pengunjung yang meninggalkan sampah sembarangan. Menurutnya, persoalan tersebut lebih banyak dipengaruhi pola pikir yang menganggap sampah bukan menjadi tanggung jawab pribadi. Padahal, menjaga kebersihan dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, membawa pulang sampah ketika belum menemukan tempat sampah, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kesadaran tersebut, menurutnya, perlu terus ditanamkan agar budaya menjaga lingkungan semakin melekat di tengah masyarakat.

Widya juga mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, seperti membawa tumbler, kotak makan sendiri, hingga menerapkan metode "saku sampah", yakni menyimpan sampah sementara di tas atau saku sampai menemukan tempat sampah. Kebiasaan tersebut telah ia lakukan sejak kecil dan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Yang bikin tempat itu tetap baru bukan karena baru dibangun, tapi bagaimana kita membuatnya tetap bersih selamanya. Jangan sampai hanya beberapa bulan saja dijaga lalu kembali dipenuhi sampah," kata Widya.

Ia berharap Titik Nol Singaraja dapat menjadi contoh lahirnya budaya baru masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kepedulian yang dimulai dari setiap individu, ikon baru Bali Utara tersebut diharapkan tetap bersih, nyaman, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan ruang publik tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh komitmen masyarakat untuk merawatnya secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....