Tyto alba Jadi Solusi Pengendalian Hama Pertanian Berkelanjutan

  • 24 Jul 2026 07:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pelestarian "Tyto alba sebagai Hewan Suci dalam Korelasi dengan Integrated Pest Management" di Subak Bengkel, Tabanan, Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Subak Bengkel ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan anggota Kelompok Pertanian "Noho 1" yang diketuai oleh I Made Merta Suteja.

Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Dr. Ir. Gede Mekse Korri Arisena, S.P., M.Agb., IPM., dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana, bersama tim pengabdian sebagai bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pertanian yang produktif sekaligus berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh I Ketut Bagia, yang menyampaikan materi mengenai "Merawat dan Memahami Peran Burung Hantu sebagai Musuh Alami Tikus Sawah."

Materi tersebut membahas perilaku Tyto alba, habitat yang sesuai, teknik pemeliharaan rumah burung hantu (owl house), serta pentingnya menjaga populasi burung hantu sebagai bagian dari strategi pengendalian tikus sawah secara alami. Sebagai bentuk implementasi nyata dari materi yang diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan burung hantu (Tyto alba) di kawasan Subak Bengkel. Pelepasan ini menjadi simbol komitmen bersama antara akademisi dan petani dalam melestarikan predator alami sebagai bagian dari penerapan Integrated Pest Management sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. I Kadek Wisma Yudha, S.P., M.P. mengenai "Pemanfaatan Minyak Sereh untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman Padi Guna Menuju Pertanian Ramah Lingkungan." Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa minyak sereh mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai pestisida nabati, sehingga dapat menjadi alternatif pengendalian organisme pengganggu tanaman yang lebih aman bagi lingkungan, petani, dan konsumen.

Peserta juga diberikan penjelasan mengenai teknik aplikasi minyak sereh di lahan pertanian serta manfaat penggunaan bahan alami dalam mendukung sistem budidaya padi yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi mengenai pengendalian hama ramah lingkungan, teknik pemeliharaan burung hantu, serta peluang penerapan pestisida nabati di lahan pertanian mereka. Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian juga memberikan dukungan berupa beberapa peralatan seperti 5 unit rumah burung hantu, 3 paket burung hantu, 15 paket minyak sereh sebagai pestisida nabati, dan 8 pcs sprayer hama elektrik.

Ketua Kelompok Pertanian "Noho 1", I Made Merta Suteja, menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Udayana atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat karena memberikan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh para petani.

"Kami merasa memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menjaga keberadaan burung hantu dan memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti minyak sereh, untuk mengendalikan hama. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga petani dapat menerapkan pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi kerugian akibat serangan tikus sawah," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Gede Mekse Korri Arisena, S.P., M.Agb., IPM., berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian melalui pelestarian keanekaragaman hayati.

"Kolaborasi antara ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan partisipasi masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Kami berharap Subak Bengkel dapat menjadi contoh penerapan Integrated Pest Management yang mengedepankan konservasi lingkungan tanpa mengurangi produktivitas pertanian," katanya.

Program pengabdian ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui dana hibah Program Pengabdian Berbasis Masyarakat. Melalui kegiatan ini, Universitas Udayana menegaskan perannya sebagai mitra strategis bagi masyarakat dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian. Pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian Tyto alba, pemanfaatan pestisida nabati, serta penerapan Integrated Pest Management diharapkan dapat menjadi model pengelolaan pertanian ramah lingkungan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....