PMI Dorong Kesadaran Kebencanaan dari Lingkungan Terdekat

  • 23 Jul 2026 07:24 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Dialog interaktif SPADA Pro 2 RRI Singaraja membahas tantangan membangun kepedulian generasi muda terhadap kesiapsiagaan bencana.
  • Perwakilan PMI, I Kadek Andika Pratama dan Putu Agus Arya Saputra, menyatakan bahwa tingkat kesadaran anak muda terhadap mitigasi bencana masih beragam dan berada di tahap setengah-setengah.
  • Sebagian anak muda menunjukkan kepedulian tinggi terhadap bencana, namun banyak yang masih bersikap acuh tak acuh terhadap upaya kesiapsiagaan.

RRI. CO.ID, Singaraja - Menumbuhkan rasa peduli terhadap bencana di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan kemanusiaan. Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif program SPADA Pro 2 RRI Singaraja bertajuk "Membangun Kepedulian, Saatnya Anak Muda Bergerak" yang disiarkan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan relawan Palang Merah Indonesia (PMI), I Kadek Andika Pratama dan Putu Agus Arya Saputra, membagikan pandangan mereka mengenai tingkat kepedulian anak muda saat ini terhadap kesiapsiagaan bencana. Menurut Kadek Andika dan Putu Agus Arya, tingkat kesadaran generasi muda terhadap mitigasi bencana saat ini terbilang masih beragam dan berada di tahap setengah-setengah. Sebagian anak muda sudah menunjukkan kepedulian yang tinggi, namun tidak sedikit pula yang masih bersikap acuh tak acuh.

Sikap acuh tersebut salah satunya terlihat ketika PMI mengadakan kegiatan edukasi maupun mitigasi seperti simulasi bencana di sekolah atau kampus. Sebagian generasi muda menganggap simulasi tersebut kurang penting dan terkesan enggan untuk terlibat aktif.

"Misalnya hal kecil di sekolah seperti simulasi kebencanaan, kadang ada beberapa yang mungkin mikirnya simulasi itu tidak penting. Kelihatan generasi muda saat ini memang ada yang mager. Tapi bersyukurnya, masih ada beberapa yang mau menjadi penggerak dan berpartisipasi," ucap I Kadek Andika Pratama saat mengisi acara.

Sementara itu, Putu Agus Arya Saputra juga menyoroti fenomena ini dengan mencontohkan kejadian di tingkat lokal.

"Kalau melihat anak muda yang sudah peduli terhadap bencana itu sebenarnya sudah luar biasa. Tapi di balik itu, ada beberapa orang juga yang acuh tak acuh saat ada bencana. Jangankan bencana yang besar, contohnya saja banjir di Singaraja, pasti hanya beberapa orang yang peduli, selebihnya tidak. Kebanyakan mungkin mikirnya, kan sudah ada petugas, ngapain repot-repot ngurusin?” ujar Putu Agus.

Kadek Andika dan Putu Agus Arya mengingatkan bahwa kepedulian tidak harus selalu dimulai dari aksi besar di lokasi bencana. Sikap peduli dan jiwa kemanusiaan dapat ditanamkan mulai dari lingkup terkecil, yaitu lingkungan keluarga dan sekolah. Melalui kegiatan ini, PMI terus mengajak generasi muda untuk meningkatkan kesadaran terhadap potensi bencana di sekitarnya dan berani mengambil langkah nyata untuk saling membantu sesama, bukan hanya sekadar peduli dalam ucapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....