Pemkab Buleleng Perkuat Sinergi Demi Sukseskan BIAS HPV 2026

  • 22 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng memperkuat sinergi lintas sektor untuk menyukseskan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Human Papillomavirus (HPV) Tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan angka kasus kanker serviks sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan generasi muda.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan BIAS HPV Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Rabu 22 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan perangkat daerah, sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, serta para pemangku kepentingan guna menyamakan langkah dalam pelaksanaan imunisasi di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, mengatakan keberhasilan program imunisasi HPV tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pelaksanaan imunisasi mampu menjangkau seluruh sasaran secara optimal.

Ia menjelaskan, kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan yang sebagian besar dipicu infeksi Human Papillomavirus (HPV). Karena itu, pemberian imunisasi sejak usia sekolah menjadi langkah pencegahan yang efektif sekaligus investasi kesehatan jangka panjang.

"Pencegahan melalui imunisasi merupakan upaya paling efektif untuk melindungi anak-anak dari penyakit akibat infeksi HPV. Ini adalah investasi kesehatan yang manfaatnya akan dirasakan hingga masa depan," ujar dr. Sucipto.

Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan eliminasi kanker serviks yang menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menerbitkan Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Nomor B.400.7.7.2/2507/VII/2026 tanggal 6 Juli 2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Program Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) Tahun 2026.

Melalui surat tersebut, setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan diberikan peran sesuai tugas dan fungsinya, mulai dari edukasi kepada masyarakat, pendataan sasaran, pelaksanaan imunisasi, komunikasi publik, hingga mobilisasi masyarakat agar cakupan imunisasi dapat tercapai secara maksimal.

Rapat koordinasi juga membahas berbagai persiapan teknis, di antaranya validasi data sasaran, kesiapan logistik vaksin, tenaga kesehatan, koordinasi dengan sekolah dan madrasah, strategi komunikasi kepada orang tua, serta penguatan sistem pencatatan dan pelaporan.

Pada pelaksanaan BIAS HPV Tahun 2026, pemerintah mulai memperluas sasaran imunisasi. Selain anak perempuan sesuai program nasional, imunisasi juga diberikan kepada anak laki-laki berusia 11 tahun sebagai upaya memperluas perlindungan terhadap penyakit akibat infeksi HPV sekaligus membantu memutus rantai penularan virus di masyarakat.

Menutup arahannya, dr. Sucipto mengajak seluruh peserta rapat menjadi agen edukasi dengan menyampaikan informasi yang benar dan berbasis bukti ilmiah, sekaligus meluruskan berbagai misinformasi mengenai imunisasi.

"Apabila seluruh lintas sektor menyampaikan pesan yang sama, dan berbasis bukti, saya yakin kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi akan semakin meningkat. Hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya cakupan imunisasi HPV dan memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak Buleleng," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....