Passion Penting namun Literasi Keuangan Tetap Harus Diutamakan Generasi Muda
- 20 Jul 2026 11:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Semakin banyak generasi muda memilih jalur karier sebagai pekerja lepas, pelaku usaha, maupun kreator konten dibandingkan bekerja di perusahaan. Kebebasan mengatur waktu dan kesempatan mengembangkan passion menjadi alasan utama di balik pilihan tersebut. Namun, di balik peluang yang besar, terdapat tantangan berupa persaingan yang semakin ketat dan pendapatan yang tidak selalu stabil. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Obrolan SPADA PRO 2 RRI Singaraja bersama mahasiswa Manajemen Ekonomi, I Gede Putra Yasa.
Menurut Putra Yasa, memilih bekerja sebagai freelancer atau pelaku usaha merupakan pilihan yang baik selama dibarengi komitmen dan konsistensi. Ia menilai banyak anak muda memiliki potensi besar untuk berkembang melalui berbagai profesi baru yang muncul di era digital. Namun, keberhasilan tidak dapat diraih secara instan karena membangun usaha maupun personal branding membutuhkan proses yang panjang. "Kalau memilih jalur freelance, yang paling penting adalah konsisten dan percaya pada proses. Jangan membandingkan diri dengan mereka yang sudah lebih dulu sukses," ujar I Gede Putra Yasa.
Di sisi lain, ia menyoroti masih rendahnya literasi keuangan di kalangan generasi muda. Menurutnya, tidak sedikit anak muda yang memiliki pengeluaran lebih besar dibandingkan pendapatan. Keinginan untuk mengikuti gaya hidup, melakukan healing, atau membeli berbagai kebutuhan konsumtif sering kali mengabaikan kondisi keuangan yang sebenarnya. Akibatnya, sebagian memilih menggunakan layanan pinjaman online maupun fasilitas pembayaran digital untuk memenuhi kebutuhan yang seharusnya dapat ditunda.
Putra Yasa menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan mengelola keuangan sejak dini. Setiap penghasilan sebaiknya diatur secara bijak agar kebutuhan utama dapat terpenuhi sebelum digunakan untuk keperluan lain. "Belajarlah mengatur keuangan. Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan dan jangan menjadikan utang sebagai cara untuk memenuhi gaya hidup," kata I Gede Putra Yasa. Menurutnya, self reward tetap boleh dilakukan, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan finansial yang dimiliki sehingga tidak menimbulkan beban di kemudian hari.
Melalui pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, generasi muda diharapkan mampu membangun karier sekaligus menjaga stabilitas ekonomi pribadi. Baik bekerja di perusahaan maupun memilih jalur freelance, keduanya memerlukan komitmen, konsistensi, dan kemampuan mengatur prioritas. Dengan menempatkan gaji sebagai kebutuhan dasar, mengembangkan passion secara bertahap, serta menerapkan literasi keuangan yang baik, generasi muda dapat mewujudkan karier yang produktif sekaligus memiliki keseimbangan hidup yang lebih sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....