Kenali Pertolongan Pertama agar Sigap saat Situasi Darurat Terjadi Mendadak
- 19 Jul 2026 12:36 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, mulai dari seseorang yang mengalami kram, luka akibat terjatuh, hingga kehilangan kesadaran secara tiba-tiba. Dalam kondisi tersebut, masyarakat menjadi pihak pertama yang berpotensi memberikan bantuan sebelum tenaga medis datang. Karena itu, pemahaman mengenai pertolongan pertama menjadi keterampilan yang penting dimiliki setiap orang. Hal tersebut disampaikan narasumber dari PMI Kabupaten Buleleng, Wiwik Karlina dan Julita, dalam program Obrolan SPADA PRO 2 RRI Singaraja beberapa waktu lalu.
Menurut Wiwik Karlina, tindakan pertolongan pertama bukan berarti menggantikan peran tenaga medis, melainkan memberikan penanganan awal untuk menjaga kondisi korban tetap stabil. Agar bantuan yang diberikan tidak menimbulkan risiko baru, penolong harus menerapkan prinsip 3A, yaitu memastikan keamanan diri sendiri, keamanan lingkungan, dan keamanan korban. "Keselamatan penolong tetap menjadi prioritas karena kita tidak bisa membantu orang lain apabila kondisi diri sendiri justru ikut terancam," ujar Wiwik Karlina. Ia juga mengingatkan pentingnya mengendalikan kerumunan di sekitar lokasi kejadian agar proses pertolongan dapat berjalan lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Wiwik juga membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat ringan. Penanganan kram dilakukan dengan peregangan otot secara perlahan dan pemberian kompres dingin untuk membantu merelaksasi otot yang tegang. Sementara pada luka lecet, masyarakat dianjurkan membersihkan luka menggunakan air bersih atau cairan NaCl sebelum menutupnya menggunakan kasa steril maupun plester agar terhindar dari infeksi. Langkah sederhana tersebut dapat menjadi pertolongan awal sebelum korban mendapatkan penanganan lanjutan apabila diperlukan.
Julita menjelaskan bahwa kondisi pingsan membutuhkan perhatian lebih karena dapat menjadi tanda adanya gangguan serius pada tubuh. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengenali metode ASNT untuk memeriksa respons korban sebelum mengambil tindakan berikutnya. Apabila korban tidak menunjukkan respons, penolong harus segera meminta bantuan tenaga kesehatan atau ambulans agar penanganan medis dapat dilakukan secepat mungkin. "Jika belum memiliki kemampuan melakukan tindakan medis seperti RJP, jangan memaksakan diri. Segera hubungi ambulans dan pastikan kondisi sekitar tetap aman," kata Julita. Menurutnya, mengetahui batas kemampuan diri juga merupakan bagian penting dalam memberikan pertolongan pertama.
Melalui edukasi tersebut, PMI Kabupaten Buleleng mengajak masyarakat untuk tidak takut mempelajari keterampilan dasar pertolongan pertama. Pengetahuan sederhana mengenai cara menghadapi kondisi darurat dapat memberikan manfaat besar ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami prinsip-prinsip dasar pertolongan pertama, diharapkan budaya tanggap darurat dapat tumbuh di lingkungan sekitar sehingga korban memperoleh bantuan awal yang tepat sebelum mendapatkan penanganan medis profesional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....