Debut di PKB, Wayang Genjek Bungkulan Buktikan Tradisi Tetap Relevan

  • 10 Jul 2026 22:29 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar - Wayang Genjek Bungkulan mencatat sejarah baru dengan tampil untuk pertama kalinya dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Penampilan kelompok seni asal Banjar Dinas Ancak, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, itu menjadi penanda bahwa seni tradisi mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai dan pakem yang menjadi identitasnya.

Pementasan bertajuk "Kala Baka: Ruwat Atma Ekachakra" digelar di depan Gedung Kriya, Taman Budaya Bali, Denpasar, Kamis 9 Juli 2026. Garapan tersebut menghadirkan perpaduan seni pedalangan khas Buleleng dengan vokal genjek yang dikemas lebih komunikatif, namun tetap mempertahankan filosofi dan unsur utama pewayangan.

Koordinator Wayang Genjek Bungkulan, Komang Juni Mahardika, mengatakan kesempatan tampil di panggung seni terbesar di Bali menjadi tonggak penting bagi perjalanan Wayang Genjek sebagai salah satu identitas budaya Buleleng. Menurutnya, keikutsertaan dalam PKB membuka ruang yang lebih luas untuk memperkenalkan inovasi seni tradisi kepada masyarakat tanpa menghilangkan akar budayanya.

Ia menegaskan, perubahan yang dilakukan hanya menyentuh cara penyajian agar lebih mudah diterima penonton masa kini. Sementara itu, cerita, nilai-nilai, serta filosofi yang menjadi ruh pertunjukan tetap dipertahankan sebagaimana diwariskan secara turun-temurun.

"Yang kami ubah adalah cara penyajiannya agar lebih komunikatif dan menarik bagi penonton. Namun, nilai, cerita, dan esensi wayangnya tetap kami jaga," ujarnya.

Komang Juni menjelaskan, Wayang Genjek Bungkulan masih berpegang pada pakem pedalangan Buleleng, termasuk mempertahankan penggunaan lampu minyak sebagai sumber pencahayaan. Dalam filosofi pewayangan, lampu minyak melambangkan Surya atau matahari, kelir dimaknai sebagai langit, sedangkan batang pisang atau gedebong menjadi simbol Pertiwi atau bumi. Seluruh unsur tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari makna pementasan.

Keunikan Wayang Genjek juga terlihat dari kolaborasi antarpemain yang saling merespons selama pertunjukan berlangsung. Dalang, penembang genjek, penabuh gender, pemain suling, hingga tokoh-tokoh wayang membangun alur pertunjukan yang lebih hidup, terutama saat adegan punakawan, tanpa mengubah fungsi wayang sebagai media penyampai pesan moral dan nilai kehidupan.

Menurut Komang Juni, hingga kini Wayang Genjek masih rutin dipentaskan dalam berbagai upacara adat, terutama rangkaian Manusa Yadnya seperti upacara tiga bulanan dan mepandes. Hal itu menunjukkan inovasi yang dilakukan tidak menggeser fungsi maupun makna sakral yang selama ini melekat pada kesenian tersebut.

"Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan untuk mengikuti perkembangan zaman. Justru dengan berkreasi tanpa meninggalkan esensinya, warisan leluhur akan tetap hidup dan dicintai oleh generasi berikutnya," katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi Wayang Genjek mulai berkembang di Buleleng sejak awal tahun 2000-an ketika sejumlah dalang senior memadukan seni pedalangan dengan vokal genjek. Sejak saat itu, kesenian ini terus berkembang sebagai salah satu bentuk kreativitas masyarakat yang tetap berpijak pada tradisi dan nilai budaya lokal.

Dalam setiap pementasan, Wayang Genjek Bungkulan melibatkan sekitar 10 personel yang terdiri dari dalang, penabuh gender, pemain suling, penembang genjek, dan pendukung lainnya. Kekompakan seluruh pemain menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pertunjukan yang komunikatif sekaligus menjaga kualitas penyajian.

Penampilan perdana di PKB XLVIII menjadi langkah penting bagi Wayang Genjek Bungkulan untuk memperluas pengenalan seni tradisi khas Buleleng kepada masyarakat. Kehadirannya membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi, selama nilai, filosofi, dan jati diri kesenian tetap dijaga sebagai warisan yang akan diteruskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....