KOSARASA Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Pelaku Wisata Desa Anturan

  • 06 Jul 2026 18:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan wisata. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) meluncurkan program KOSARASA: Kamus Gastronomi Kuliner Bali Utara sebagai Penguatan Vocabulary dan Tourism Communication di Daerah Wisata Anturan pada 5 Juli 2026.

Program yang merupakan kolaborasi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam pelayanan wisata berbasis potensi kuliner lokal. Kegiatan dihadiri Kelian Adat Desa Anturan, Pembina BUPDA Desa Anturan, kelompok Kapten Nelayan, komunitas Dolphin Tour, pelaku usaha kuliner, serta masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Undiksha, Luh Gd Rahayu Budiarta, mengatakan KOSARASA dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk mendukung peningkatan kemampuan bahasa Inggris pelaku wisata. Menurutnya, penguasaan kosakata gastronomi menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) meluncurkan program KOSARASA: Kamus Gastronomi Kuliner Bali Utara sebagai Penguatan Vocabulary dan Tourism Communication di Daerah Wisata Anturan. (Foto: Dok. Undiksha Singaraja)

"KOSARASA merupakan media pembelajaran untuk memperkaya kosakata bahasa Inggris kuliner Bali Utara sekaligus meningkatkan kemampuan tourism communication bagi pelaku wisata," ujar Luh Gd Rahayu Budiarta.

Sebelum pelatihan dimulai, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur kemampuan awal mengenai kosakata gastronomi dan komunikasi bahasa Inggris dalam pelayanan wisata. Selanjutnya peserta mendapatkan materi melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi, hingga praktik penggunaan KOSARASA dalam berbagai situasi pelayanan kepada wisatawan sehingga materi dapat diterapkan secara langsung.

Pelatihan berlangsung dengan partisipasi aktif dari peserta. Selain berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, peserta juga mempraktikkan penggunaan kosakata serta ungkapan bahasa Inggris yang relevan dalam pelayanan wisata. Tim pengabdian turut melakukan pendampingan dan observasi lapangan untuk memastikan KOSARASA dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat Desa Anturan.

Pada akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi hasil pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap kosakata gastronomi dan kemampuan komunikasi dalam konteks pariwisata. Program KOSARASA diharapkan mampu memperkuat identitas kuliner Bali Utara, meningkatkan kualitas pelayanan wisata, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Anturan. Tim Pengabdian kepada Masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan melalui Kontrak Induk Nomor 182/C3/DT.05.00/PM/2026 dan Kontrak Turunan Nomor 305/UN48.16/PM.01.01/2026, serta kepada seluruh mitra dan masyarakat Desa Anturan atas partisipasi dan dukungannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....