PMI Buleleng Buka Peluang Relawan untuk Semua Kalangan Masyarakat

  • 02 Jul 2026 20:39 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Menjadi relawan kemanusiaan sering kali dianggap membutuhkan kemampuan khusus atau pengalaman tertentu. Padahal, siapa pun dapat bergabung sebagai relawan selama memiliki kemauan untuk belajar dan membantu sesama. Pesan tersebut disampaikan Relawan PMI Kabupaten Buleleng, Martinus dan Mega, dalam Obrolan Spada yang berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026. Keduanya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu bergabung bersama PMI karena seluruh calon relawan akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Martinus mengatakan bahwa PMI membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi relawan tanpa menetapkan persyaratan khusus terkait kemampuan teknis. Seluruh peserta akan dibekali berbagai materi, mulai dari penanganan keadaan darurat, pertolongan pertama, hingga kesiapsiagaan bencana. Bahkan, pembinaan sudah dapat dimulai sejak usia sekolah melalui kegiatan Palang Merah Remaja (PMR). "Yang paling utama adalah kemauan untuk belajar dan peduli kepada sesama. Soal kemampuan, semuanya akan dilatih dari awal oleh PMI," ujar Martinus. Menurutnya, semangat kemanusiaan menjadi modal utama dalam membentuk relawan yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Mega menambahkan bahwa relawan PMI tidak hanya bertugas saat terjadi bencana alam. Banyak kegiatan kemanusiaan yang dilakukan sepanjang tahun, seperti edukasi kesiapsiagaan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga mendukung berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan lainnya. Karena itu, menjadi relawan juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. "Relawan hadir bukan hanya ketika ada bencana, tetapi juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan yang bisa mencegah bencana sejak awal," ucap Mega. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai situasi darurat.

Selain mengajak masyarakat bergabung menjadi relawan, PMI juga mengingatkan pentingnya memulai kesiapsiagaan dari lingkungan terdekat. Tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan, memastikan api telah padam sebelum ditinggalkan, serta berani mengingatkan orang lain apabila melihat potensi bahaya merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan siapa saja. Kebiasaan kecil tersebut diyakini mampu mengurangi risiko terjadinya kebakaran maupun bencana lain yang dipicu oleh kelalaian manusia.

Melalui berbagai program pembinaan relawan dan edukasi masyarakat, PMI Kabupaten Buleleng berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik terlibat dalam aksi kemanusiaan. Kehadiran relawan tidak hanya memperkuat respons saat terjadi bencana, tetapi juga menjadi penggerak budaya siaga di tengah masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kepedulian, dan kesiapan yang dibangun sejak dini, masyarakat diharapkan mampu menghadapi musim kemarau maupun berbagai potensi bencana lainnya dengan lebih tangguh dan terorganisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....